YOU CAN GET ALL

Friday, 22 July 2011

Mata Air Umbulan Proyek Raksasa

untaianberita


SURABAYA, kabarbisnis.com: Para pelaku usaha di Jatim menyatakan kesiapannya untuk menggarap proyek Pengelolaan Pemanfaatan Mata Air Umbulan. Proyek tersebut dinilai akan lebih efisien jika ditangani pelaku usaha lokal mengingat investor Jatim lebih memahami karakteristik daerah.

”Berdasarkan kalkulasi kami, proyek Umbulan akan menelan investasi Rp1,4 triliun, lebih rendah dibanding kalkulasi pemerintah yang sebesar Rp1,7-Rp1,8 triliun, bahkan Rp2 triliun. Tentunya ini lebih efisien,” ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya Dr Jamhadi MBA kepada kabarbisnis.com, Jumat (22/10/2010).

Menurut Jamhadi, efisiensi tersebut dilakukan tanpa mengabaikan kelayakan proyek. Konsorsium investor lokal bisa mengalkulasi secara lebih rendah karena memahami aspek pelaksanaan teknis di proyek yang berlokasi di Pasuruan tersebut.

”Efisiensi bisa dilakukan pada sistem, aspek teknik, bahan material yang dipakai. Namun, efisiensi itu tetap menjamin mutu prima. Artinya, layanan air saat didistribusikan ke konsumen akan tetap berkualitas, tepat volume dan tepat tekanan,” jelasnya.

Seperti diketahui, proyek Umbulan kini masuk dalam skala prioritas Kementerian Pekerjaan Umum. Proyek ini, berdasarkan kalkulasi pemerintah, bakal menelan dana sekitar Rp1,7-1,8 triliun. Wapres Boediono dalam lawatannya ke China beberapa hari yang lalu juga telah menawarkan proyek tersebut kepada para investor di sana.

Mata air Umbulan diharapkan dapat mensuplai 500.000 sambungan rumah tangga. Jika itu terwujud, sumber air itu bisa melayani 2 juta jiwa. Kapasitas debit sumber air Umbulan mencapai 5.000 meter kubik per detik. Proyek di lahan seluas 4,9 hektare itu ditargetkan tuntas 2013.

Jamhadi menuturkan, saat ini telah ada komunikasi di antara para pelaku usaha di Jatim untuk membentuk konsorsium bersama guna menggarap proyek tersebut. Jamhadi yang juga dirut PT Tata Bumi Raya itu mengatakan, pihaknya juga telah menggandeng Medco Energy. Konsorsium itu akan menjadi calon peserta tender proyek tersebut.

”Kami juga sudah mengontak Pak Alim Markus (bos Grup Maspion). Maspion siap masuk ke konsorsium. Ini juga bagian dari efisiensi dari sisi mobilitas bahan material. Maspion itu pabrik pipa, jadi untuk penyambungan lebih mudah karena pabrik Maspion ada di Jatim,” terang Jamhadi.

Jamhadi menuturkan, dengan melibatkan investor lokal, proyek tersebut akan mempunyai dampak pengganda (multiplier effect) yang lebih luas dibandingkan jika proyek tersebut digarap investor asing. ”Jika digarap investor lokal, otomatis perekonomian Jatim akan lebih bergairah. Penyerapan tenaga kerjanya juga lebih besar. Untuk pengerjaan proyek itu, kami prediksi serapan tenaga kerja mencapai lebih dari 1.000 orang,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang dalam hal ini menjadi ketua tim percepatan tender proyek Umbulan. "Wagub responsif dan menyambut hangat," tuturnya. 

No comments:

Post a Comment