YOU CAN GET ALL

Sunday, 24 October 2010

Tabrak Mati Melarikan Diri

untaianberita

Kamis, 21/10/2010 15:18 WIB
Kasus Tabrak Lari Kenjeran Terungkap Berkat CCTV SPBU
Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya


Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Kasus tabrak lari di Jalan Kenjeran Selasa (7/10/2010) lalu baru terungkap lebih dari sebulan setelah kejadian. Pelakunya yakni Kristiawan (25), warga Jalan Kapas Madya baru tertangkap, Kamis (14/10/2010).

"Kasus ini agak lama terungkap karena minimnya data," kata penyidik Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, Aiptu Eko Veriyanto, kepada wartawan di kantor Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, Jalan Manyar, Kamis (21/10/2010).

Eko menceritakan bahwa saksi di lokasi kejadian tidak ada yang melihat plat nomor kendaraan penabrak. Untunglah CCTV SPBU dekat lokasi merekam mobil saat sedang mengisi bensin. Tapi petugas lagi-lagi menemui kesulitan karena CCTV di SPBU itu model lama yang gambarnya tidak bisa dizoom (dibesarkan).

"Mobilnya memang terlihat tetapi plat nomornya tidak," tambah Eko.

Dari CCTV tersebut diketahui jika mobil pelaku adalah mobil Suzuki APV warna biru muda metalik. Dan dari keterangan operator SPBU, pengemudinya mengenakan cincin akik. Dari situ petugas langsung mengadakan penyelidikan. Penyelidikan dimulai dengan mencari plat nomor mobil Suzuki APV warna tersebut.

Dari hasil pencarian, ada 27 plat nomor untuk APV warna tersebut. Nomor itu adalah nomor APV biru muda metalik dengan kepemilikan di kawasan Surabaya Timur.

"Warna mobil seperti itu kan tidak banyak. Makanya kami langsung mencarinya," lanjut Eko.

Setelah meneliti, 27 plat nomor itu mengerucut menjadi 8 plat nomor. Setelah mencocokkan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan kantor kecamatan, plat nomor itu mengerucut menjadi 5, lantas 4, kemudian 3, 2 dan akhirnya tertangkaplah pelaku.

"Kami juga menanyai bengkel mobil yang sekiranya menjadi tujuan pelaku menservis mobilnya," ujar bintara plontos tersebut.

Eko menambahkan bahwa mobil yang menjadi barang bukti kasus sebenarnya sudah dijual ke sebuah showroom mobil di Jalan Kertajaya 28 September 2010. Mobil itu sebenarnya adalah milik ayah Kristiawan, Gatot Susanto. Oleh Gatot, mobil itu dijual ke adik iparnya, Slamet. Saat hari kejadian, mobil itu dipinjam oleh Kristiawan.

"Saat kejadian, tersangka mengaku ke Slamet jika ia memang mengalami kecelakaan kecil. Tetapi ia tak bilang jika telah menabrak mati seseorang," tandas Eko.

(iwd/fat)

No comments:

Post a Comment