YOU CAN GET ALL

Tuesday, 14 September 2010

POLRI akan TERBUKA terhadap HKBP

untaianberita

Polri Akan Transparan Terhadap Kasus HKBP

Polri Akan Transparan Terhadap Kasus HKBP

Jakarta (ANTARA) - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Iskandar Hasan menyatakan pihaknya akan transparan dalam mengungkap kasus penusukan dan pemukulan pengurus Gereja Huria Kristen Batak Protestan Bekasi Asia Lumban Toruan (50) dan Pendeta Luspida Simanjuntak (40).

"Polri akan membuka terang-terangan soal kasus penyerangan terhadap dua pengurus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan menindak mereka yang terlibat," kata Iskandar di Jakarta, Selasa.

Menurut Iskandar, saat ini sudah ada sembilan tersangka yang diperiksa di Mapolda Metro Jaya untuk membongkar latar belakang kasus itu.

"Kita tunggu saja hasil investigasi yang dilakukan Polda Metro Jaya dan kita tidak melihat siapa atau ormas mana yang terlibat," katanya.

Para tersangka itu, antara lain AF sebagai pimpinan penyerangan, kemudian DTS, NN, AN, ISN, PN dan KA. Mereka diancam pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan pemberatan dan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama

Saat ini, polisi juga melakukan pemeriksaan intensif terhadap beberapa saksi lainnya termasuk Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (FPI) Kota Bekasi.

Selain upaya menemukan pelaku penyerangan, polisi juga menyita barang bukti berupa baju korban, pakaian pelaku, kayu dan tiga unit sepeda motor, visum korban dan rekaman saat kejadian.

Sebelumnya, Asiah Lumbuan Toruan menjadi korban penusukan dari sekelompok orang tidak dikenal di Jalan Raya Pondok Timur Asam, Kelurahan Cikeuting, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Minggu (12/9) sekitar pukul 08.45 WIB. Sementara Pendeta jemaat HKBP Luspida Simanjuntak menderita luka-luka di bagian kepala akibat dipukul balok kayu oleh kelompok itu.

Asiah Lumbuan Toruan yang menderita luka tusuk pisau di bagian perut kanan, dan Pendeta Luspida kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Bekasi Timur, guna menjalani perawatan intensif.

No comments:

Post a Comment