YOU CAN GET ALL

Saturday, 21 August 2010

Waralaba Pertanian Kok Belum Ada yang Melirik?

SQ
PR: ?
I: ?
L: ?
Cached: ?
I: ?
L: ?
LD: ?
I: ?
Rank: ?
Age: ?
IP: ?
whois
source
Robo: ?
Sitemap: ?
Rank: ?
Price: ?
C: ?
Info
Density



Anang Sukandar (Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Waralaba sektor pertanian hingga saat ini belum banyak ditawarkan oleh para pelaku usaha waralaba. Padahal sektor waralaba pertanian cukup menggiurkan.

Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar menjelaskan belum banyak penawaran waralaba pertanian di Indonesia karena sektor waralaba di Tanah Air masih asyik dengan penawaran waralaba sektor makanan dan minuman yang memang patut diakui sebagai bisnis yang tak ada matinya.

"Bidang yang belum disinggung misalnya sektor pembibitan pertanian, kita lebih banyak bisnis kuliner," kata Anang di JCC, Jumat (18/6/2010).

Anang menuturkan bahwa peluang waralaba sektor pertanian masih sangat berpeluang besar untuk digali. Ia mencontohkan hingga kini belum ada usaha waralaba yang membidangi pembibitan, budidaya bunga, peternakan ikan, unggas dan lain-lain.

Padahal kata Anang jenis waralaba ini bisa bersinergi pada bidang usaha hilir misalnya seorang pemilik waralaba pertanian/peternakan bisa dikombinasikan dengan waralaba restoran.

"Mestinya banyak usaha ini yang bisa berjalan," ucapnya.

Meskia ia mengakui untuk mencapai titik waralaba khususnya dibidang segmen tertentu akan memakan waktu untuk proses. Saat ini disektor makanan-minuman yang cukup laris saja masih banyak unit usaha 'waralaba' yang masih berstatus business opportunity (BO) alias belum teruji sebagai waralaba.

"Meski saat ini yang berkembang adalah BO. Usahanya belum memenuhi kriteria secara penuh. Polanya masih muncul lalu hilang," jelasnya.

Saat ini kata dia dari total kurang lebih 40.000 outlet waralaba dan BO yang ada, ternyata pertumbuhan BO lebih pesat dari waralaba sesungguhnya.

"Untuk tahun 2010 pertumbuhan BO bisa mencapai 10-12% sementara waralaba hanya 2-3%," imbuh Anang.

Anda tertarik menjadi pengusaha waralaba pertanian?

Suhendra - detikFinance


(hen/qom)

No comments:

Post a Comment