YOU CAN GET ALL

Friday, 20 August 2010

PLTU Pacitan Baru Bisa Beroperasi 7 Juni 2011


Pacitan - Pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Pacitan molor setahun. Rencananya pembangkit dengan kapasitas 2x315 baru mulai beroperasi secara komersial pada 7 Juni 2011.

keterlambatan pengoperasian PLTU tersebut salah satunya disebabkan sulitnya akses pengiriman barang ke lokasi pembangkit yang berada sekitar 55 kilometer dari Pacitan tersebut.

Menurut Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, untuk menuju ke sana melalui jalur darat akan sulit dilakukan karena jalannya kecil, berbelok-belok serta melintasi bukit-bukit. Sementara peralatan-peralatan tersebut harus diangkut dengan kendaraan berukuran besar.

"Ada alat yang beratnya 160 ton. Itu kan kalau lewat jalan darat tidak bisa karena lokasinya sangat terpencil. Sementara kalau lewat jalur laut juga sulit. Dari hasil penelitian tingginya gelombang air laut 4 meter tapi ternyata 8 meter, ini kan menghambat pelaksanaan mendatangkan alat," ujar Dahlan usai mengunjungi PLTU Pacitan, Jawa Timur, Jumat (20/8/2010).

Masalah-masalah lainnya yang dialami saat pengerjaan proyek ini di antaranya yaitu adanya klaim perpanjangan waktu oleh kontraktor karena perselisihan keterlambatan serah terima lahan untuk pekerjaan straightening. Pembangunan coal storage yard dan coal unloading jetty juga terkendala karena permasalahan keuangan yang dialami kontraktor.

"Faktor lainnya adalah adanya perubahan design yang tidak sesuai kontrak karena ternyata tingginya gelombang laut itu sekitar 8 meter bukan 4 meter seperti perkiraan sebelumnya," paparnya.

Saat ini pembangunan PLTU yang dibangun di atas lahan seluas 65 hektar tersebut sudah mencapai 82,17 persen%. Rencananya satu unit dari pembangkit ini akan beroperasi secara komersial 7 Juni 2011 dari rencana awal 7 Februari 2010. sementara untuk unit 2 baru beroperasi pada 7 September 2011 dari rencana awal 7 Mei 2010.

Pendanaan untuk proyek tersebut sebesar US$ 301 juta dari Cexim bank dan Rp 807 miliar dari Bank Bukopin.

Kebutuhan batubara untuk pembangkit ini sebesar 1.9 juta ton per tahun. Dengan pemasok yang sudah terkontrak yaitu konsorsium PT Arutmin Indonesia dan PT Darma Henwa sekitar 950.000 ton per tahun atau sekitar 50 persen dari kebutuhan PLTU Pacitan. Adapun kebutuhan batubara setiap harinya mencapai 4.020 ton per unit.

No comments:

Post a Comment