YOU CAN GET ALL

Thursday, 8 July 2010

Untung Gak Dinikahin Paksa


JANDA muda cantik lagi, selalu disorot dan dicurigai orang. Maka ketika Ny. Reni, 35, kedapatan memasukkan lelaki ke dalam kamar rumahnya, langsung saja digerebek. Untung saja pengurus RT masih apikan aten (berhati baik), Reni dan gendakannya tak dipaksa menikah, tapi hanya diberi nasihat dan bikin pernyataan.

Di manapun janda muda nan cantik selalu menjadi sumber isyu. Meski dia bukan artis maupun selebritis, gerak-geriknya selalu dipantau dan disorot tetangga kanan kiri. Berbuat sedikit aneh saja, beritanya langsung menyebar ke mana-mana. Bak Densus-88 memonitor teroris, kaum ibu juga selalu mewaspadai gerakan si janda tersebut, kalau-kalau berimbas pada suami-suami mereka. Maklumlah, kebanyakan suami suka mbagusi bila nemu janda muda nan kinclong.

Ny. Reni yang tinggal di Kelurahan Cebongan Kecamatan Argomulyo, Salatiga (Jateng), termasuk wanita yang menjadi pusat perhatian warga. Sebab sejak bercerai dari suaminya beberapa tahun lalu, dia hingga kini belum menikah juga. Jika dia bertampang jelek dan gembrot begitu, para kaum ibu takkan peduli. Tapi wanita PNS yang bekerja di Kelurahan Cebongan ini termasuk cantik, sehingga ibu-ibupun khawatir suami mereka ikut iseng jadi anggota Partai Karya Peduli Janda. “Kalau sekedar kesengsem masih mending, jikalau sampai “nyoblos” segala kan gawat,” begitu komentar para ibu.

Memang banyak lelaki sekitarnya yang tertarik pada Ny. Reni. Tapi perempuan ini juga tahu diri. Meski masih berharap dapat jodoh pengganti, dia takkan mungkin mengambil produk lokal, apa lagi merebut suami-suami para ibu kenalannya. Maka meski sejumlah kaum bapak suka menggodanya, hanya disimpan dalam hati. Padahal jika mau, data itu dilempar ke publik, wooooo……dijamin habislah muka para lelaki itu karena dikranyam (dicakar) oleh istri masing-masing.

Perkembangan terakhir, janda Reni punya hubungan khusus dengan Hadi, 40, lelaki dari kampung Jebres, Solo. Warga suka melihat, lelaki yang lumayan ganteng ini suka bertamu malam hari, lalu pulangnya baru pagi hari. Yang dicatat penduduk sekitar, manakala meninggalkan rumah janda Reni, wajahnya nampak sumringah, dan langkahnya demikian mantap. “Ibarat mobil, kan dia baru sporing balansing sampai amplas platina….,” kata warga berbisik-bisik sambil cekikikan.

Para tetangga kanan kiri berharap gaya apel Mas Hadi ini segera diakhiri, maksudnya mereka segera menikah saja, jika sudah sama-sama cocok. Tapi ternyata, sampai berbulan-bulan Hadi – Reni tak ada ujungnya, ada aksi tapi nggak ada eksekusi. Yang warga selalu saksikan hampir di setiap pagi, lelaki dari Jebres Solo ini selalu keluar dari rumah Reni dengan wajah sumringah dan langkah tegap. Pikir warga: ini “mobil” merk apa, kok “tune up”-nya hampir setiap hari.

Untuk menjaga citra kampung, Pak RT pernah menegus pasangan itu. Tapi tak juga digubris, dalam arti Hadi terus saja sering menginap dan pulang pagi. Merasa niat baiknya tak digubris, warga pun beberapa hari lalu menggerebek pasangan itu. Ternyata betul, Hadi dan Reni tidur dalam satu kamar.

Meski saat digerebek mereka tidak dalam posisi berbuat mesum, tapi fakta itu patut untuk ditindak-lanjuti. Maka keduanya lalu dibawa ke Kantor RW. Untung pihak pamong masih berbaik hati. Hadi – Reni tak dipaksa menikah, kecuali hanya dinasihati dan bikin pernyataan bahwa takkan menginap di rumah janda.

Biar afdol, mestinya dicatatkan di depan notaris, dong! (WS/Gunarso TS)

Nah Ini Dia

No comments:

Post a Comment