YOU CAN GET ALL

Thursday, 8 July 2010

Tetap Setia Selingkuhannya


– Loyalitas Juwarti, 30, pada PIL (Pria Idaman Lain)-nya sungguh luar biasa. Meski suami telah membawanya ke kantor polisi, dia tetap bersiteguh tak mau menyebut nama pria yang mengencaninya. “Setia sampai titik keringat penghabisan,” begitu mungkin tekad perempuan dari Situbondo (Jatim) ini.

Keteguhan mental demi sebuah prinsip banyak dianut kalangan pejuang di zaman revolusi. Wolter Mongisidi dari Makasar misalnya, meski dihukum mati oleh Belanda, sebelum dieksekusi dia sempat menulis: setia pada keyakinan sampai akhir. Tapi jika “kesetiaan” model Ny. Juwarti sebagaimana di atas, apanya yang bisa dijadikan keteladanan? Melindungi sosok yang mengacak-acak rumahtangga orang sama saja perbuatan setan. Ini paling tidak kata Madikin, 44, suami Juwarti.

Madikin memang layak marah dan mencak-mencak. Di saat dia kerja lembur di kantor, eh istrinya di rumah malah “lempengin burung” lelaki lain di kamar. Dia baru tahu skandal itu dari Pak RT, yang datang tergopoh sambil membawa info yang sangat mengejutkan. “Mas, pulang saja dulu. Di rumah kayaknya ada tamu lelaki yang mencurigakan,” kata Pak RT masih sinamun samudana (penuh basa-basi). Dan ketika dibuktikan, ternyata iya. E lha dalah….!

Rumahtangga Juwarti – Madikin memang kurang harmonis. Soal ekonomi sepertinya baik-baik saja. Tapi yang non-ekonomi ini yang perlu dicurigai, misalnya dari kesenjangan usia mereka. Bayangkan, ketika keduanya menikah 5 tahun lalu, usia Juwarti yang baru 25 tahun harus melawan lelaki usia 39 tahun. Ibarat produk sebuah perusahaan, sudah waktunya ditarik dari peredaran. Tapi karena Juwarti sendiri takut jika tak laku kawin, tua-tua banyak nggak masalah. “Mbah Maridjan itu, biar tua masih rosa-rosa,” kata Juwarti mencari pembenaran.

Ketika masih pengantin baru, semuanya baik-baik saja. Madikin bisa memberikan nafkah lahir batin secara seimbang. Tetapi lama-lama, lantaran kesibukan pekerjaan mungkin, dia tak bisa memberikan perhatian pada istri secara maksimal. Urusan benggol (baca: duit) memang tak pernah kekurangan, tapi urusan “bonggol”, Madikin sudah jarang menunaikan apa yang jadi kewajibannya. Dengan alasan capek banyak pekerjaan di kantor, setibanya di rumah dia lebih banyak tidur mendengkur.

Istri Madikin ini sebetulnya cukup cantik. Tapi karena jarang diambus (disentuh), ibaratnya bagaikan wastra lungset ing sampiran (kain kusut hanya digantung). Lalu munculah seorang lelaki yang sepertinya tahu persis aspirasi urusan bawah Juwarti. Namanya juga barang bagus, sayang untuk dilepaskan begitu saja. Pria bernama Mr. X itu lalu mencoba mendekati, ternyata gayung bersambut. Maka di kala suami Juwarti lembur di kantor, Mr. X masuk ke kamar si putri kesepian untuk sekadar memberi kehangatan malam.

Sepak terjang PIL Juwarti ternyata memang masih prima sekali, tak kalah dengan “Ariel” di video mesum. Karenanya keduanya menjadi semakin sering “main bola” non Piala Dunia. Begitu seringnya si Mr X masuk rumah Juwarti di kala suami pergi, tetangga pun jadi curiga, sehingga mereka pun lapor Pak RT. Akhirnya ya seperti yang terjadi beberapa hari lalu, di tengah bermesum ria tahu-tahu Madikin pulang. Tapi Juwarti cukup sigap, ketika suaminya hendak menangkap Mr X, tangannya digondeli (dicekal), sehingga sang PIL berhasil kabur meski hanya pakai celana kolor.

Gagalah Madikin menangkap buruannya. Tapi ironisnya, ketika diminta menyebut nama siapa lelaki selingkuhannya itu, Juwarti tetap bersikeras tak mau nyebut nama maupun kriteria. Meski diancam akan dilaporkan polisi, wanita dari Patokan kota Situbondo itu tetap tutup mulut. Terpaksalah Madikin melaporkan istrinya ke Polres. Sebagai barang bukti, dibawa pula karpet yang dijadikan alas kencan bersama Mr X, termasuk celana panjangnya yang ketinggalan.

Karpet mana bisa ditanya, mendingan rumput yang bergoyang. (Gunarso TS/JP)


Nah Ini Dia

No comments:

Post a Comment