YOU CAN GET ALL

Thursday, 8 July 2010

Rekomendasi untuk "SENIOR"


– Bila ada lelaki paling serakah di Lampung Timur, mungkin Mukardi, 45, orangnya. Di rumah sudah punya istri, masih juga mengincar istri orang. Makin lengkap kejahatan dia sebagai pria senior (senang istri orang), karena untuk memiliki Ida, 33, dia nekad menghabisi suaminya atas rekomendasi gendakannya.

Bahwa pria mudah tertarik pada wanita cantik, itu memang sudah kodrat dari sononya. Tanpa ketertarikan pada makhluk lawan jenisnya, niscaya dunia akan mandeg dan manusia tak bertebaran di muka bumi. Tapi meski tertarik, juga harus terukur dan melalui koridor yang ada, jangan asal tabrak macam ayam jago. Maksudnya, jika sudah punya istri, ya sudahlah syukuri saja apa yang ada. Jangan seperti Mukardi ini. Sudah ada “kendaraan” pribadi di rumah, masih juga mengincar “kendaraan” milik orang untuk dicemplaknya.

Di Desa Brajasakti Kecamatan Way Jepara, Mukardi bertetangga dengan Darinto, 35, yang hobinya mancing di kali. Demi pertemanan, Mukardi pun juga mengimbangi dengan hobi yang sama, sehingga keduanya sering mancing bereng. Nilai ikan perolehannya sih tidak seberapa, tapi rasa penasaran ketika mata pancingnya disantap ikan, rasanya endah betul. Det det detttt ….serrrrr, dettt detttt serrrr, kecopakkkkkkk! Ikan pun tergantung di ujung joran.

Tapi sungguh tak dinyana, pendekatan Mukardi atas Darinto tak lebih hanyalah bagian dari grand design (rencana besar) yang jahat. Dia selalu bergaul dengan lelaki tetangga ini, tapi diam-diam ingin pula menggauli istrinya yang lumayan cantik. Dan inilah kemudian yang terjadi. Ketika Darinto mancing sendirian di kali, di rumah diam-diam Mukardi “mancing” Ida di atas ranjang dengan “joran” istimewa. Celakanya, yang “dipancing” senang-senang saja, bahkan cenderung merem melek.

Sudah setahun lalu Mukardi berhasil menyelingkuhi Ida. Sejak dia berhasil mengencani istri Darinto, Mukardi mulai jarang mancing bareng. Suami Ida ini sama sekali tak curiga bahwa absennya dalam hobi bersama, karena sibuk “mancing” istrinya di rumah. Pikir Darinto, Mukardi sibuk dengan pekerjaan sehari-hari demi mengempani keluarga.

Sibuk apaaaa, orang Mukardi bukan pegawai swasta ataupun negeri yang terikat jam kerja. Pekerjaan sehari-hari memang ya menganggur itu. Jika ada pekerjaan, sifatnya temporer, hari ini ada, besuk tiada, atau, hari ini kosong, besuknya banyak dapat orderan. Tapi gara-gara kepenganggurannya tersebut, dia selalu ada waktu untuk mengencani istri Darinto. Herannya lagi, tahu Mukardi hanya panji klantung (penganggur), kok mau saja digendak. Mestinya, mau dijadikan WIL jika Mukardi sebaai PIL punya harta kekayaan macam pegawai Ditjen Pajak Bahasyim atau Gayus Tambunan.

Mungkin “servis” Mukardi sebagai peselingkuh luar biasa, sehingga Ida tak lagi menggunakan akal sehatnya. Bayangkan, demi bisa terus berkencan ria dengan lelaki pengangguran ini, Ida malah merekomendasikan untuk membunuh Darinto. Dalam bayangan wanita ini, setelah suami wasalam, dia bebas menikah dengan Mukardi. “Saya dimadu nggak masalah,” kata Ida mantap sekali.

Nah, atas rekomendasi gendakannya, tanpa pikir panjang Mukardi melaksanakan. Maka kembali dia mengajak Darinto mancing di daerah Labuhan Ratu, Pasir Sakti. Saat suami Ida asyik mancing, tahu-tahu dipentung dari belakang hingga klenger. Mungkin saat itu Darinto dalam keadaan pingsan, tapi oleh Mukardi segera dibuangnya ke sungai sampai membusuk. Karena kepergiannya bersamanya, maka polisi dengan mudah mencurigainya. Awalnya Mukardi ingkar. Tapi setelah ditunjukkan “jejak rekam” selingkuhnya dengan Ida, pengangguran senior ini tak bisa berkutik. “Saya disuruh istrinya, jadi saya sekadar melaksanakan tugas,” bela Mukardi.

Yakkkkk, macam Satpol PP saja. (LP/Gunarso TS)

Nah Ini Dia

No comments:

Post a Comment