Untaian Berita dari Indonesia yang menampilkan informasi dari berbagai surat kabar dalam negeri dan luar negeri.
YOU CAN GET ALL
Tuesday, 1 February 2011
KENAPA HARGA TOKEK MAHAL
Wednesday, 1 December 2010
Rincian Yang Dibocorkan WIKILEAKS
Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah data rahasia negera-negara hasil dokumentasi Amerika Serikat telah tersebar di dunia maya. WikiLeaks adalah sang penyebar informasi tersebut. Berikut ini adalah rincian jumlah dokumen yang dipastikan sudah menjadi informasi publik.
Ada 3.059 dokumen penting rahasia Amerika tentang Indonesia yang disusun Kedubes AS di Jakarta [baca: Ribuan Dokumen AS Tentang Indonesia Dibocorkan WikiLeaks]. Di antaranya ada laporan Congressional Research Service; Report RS21874 tentang hasil Pemilu 2004 Indonesia.
Menurut informasi yang tersebar di laman milist Rabu (1/12) ini, dokumen sangat rahasia milik AS yang berkaitan dengan Prancis mencapai 1.582 banyaknya. Di antaranya mencakup soal Presiden Nicolas Sarkozy, sebanyak 256 dokumen rahasia, dan dokumen resmi biasa mencapai 1.937.
Soal Spanyol, WikiLeaks membeberkan 898 dokumen sangat rahasia versi Amerika. Angka itu masih ditambah 103 dokumen rahasia, dan 2.619 dokumen biasa.
Data dan informasi negara Turki menjadi yang terbanyak kedua dibocorkan, setelah Irak. Jumlahnya mencapai 3.298 dokumen sangat rahasia--termasuk mengenai Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan--577 dokumen rahasia, dan 4.043 dokumen resmi biasa.
Sementara soal Irak, dokumen amat rahasia yang dibocorkan mencapai sebanyak 4.127. Tambahannya, ada 1.158 dokumen berkategori rahasia dan 1.392 lainnya untuk dokumen berskala biasa. Periode informasi itu meliputi aktivitas sejak 2002 hingga 2004, soal Yordania dan Kuwait.
Secara keseluruhan, tepatnya ada 97.080 dokumen tergolong sangat rahasia yang tersebar luas oleh WikiLeaks. Jumlah tadi bertambah lagi dengan 75.792 dokumen biasa, 58.095 dokumen hanya untuk internal, 11.322 dokumen rahasia, 4.678 dokumen sangat rahasia yang tak boleh diakses non-AS (Noforn), dan 4.330 dokumen rahasia lainnya.
Merujuk rincian jenis, 145.222 dari data tadi berkaitan dengan hubungan politik eksternal, 122.954 soal internal pemerintah, 49.016 tentang ekonomi, 28.760 mengenai teroris dan terorisme, 23.857 tentang perdagangan luar negeri, dan 23.054 dokumen tentang intelijen.(EPN)
Surat Kabar Tutur Beberkan Data-data
Liputan6.com, Washington DC: Ternyata, berbagai media ikut membeberkan pengungkapan data-data Wikileaks. Media di Amerika Serikat dan Eropa memberikan respons yang berbeda terkait masalah ini. Seperti dilansir kantor berita Jepang NHK, WikiLeaks memberikan kesempatan kepada insan media itu untuk mempublikasikan dokumen rahasia AS sebelum dipublikasi di situs whistle-blower atau pembongkar kasus tersebut.
WikiLeaks telah menemukan empat media yang bisa dijadikan sebagai "partner". Satu di antaranya Der Spiegel. Mingguan berita Jerman terkemuka ini memutuskan mempublikasikan beberapa informasi yang diberikan. Majalah itu berargumen, meskipun keselamatan individu dan bangsanya tengah dipertaruhkan, rasa penasaran masyarakat akan lebih bermanfaat atas pengungkapan besar ini.
Surat kabar The New York Times mengungkapkan data-data tersebut tidak secara "gamblang", tapi diterbitkan sebagian oleh surat kabar Inggris The Guardian. Surat kabar The New York Times berkelit dengan mengatakan, data-data itu harus diedit agar seseorang atau negara tidak dalam bahaya. Koran ternama AS itu juga menambahkan wartawan memiliki kewajiban untuk memberikan informasi yang berguna orang lain.
WikiLeaks juga menawarkan informasi tersebut untuk The Wall Street Journal dan jaringan televisi CNN. Namun, keduanya menolak tawaran itu. Seorang juru bicara The Wall Street Journal mengatakan perusahaan menolak karena tidak setuju dengan kondisi yang diusulkan oleh WikiLeaks. The Wall Street Journal melaporkan bahwa tidak ada informasi baru pada dokumen yang disertakan, hanya rumor saja. Sedangkan media lainnya menganggap perlu pengungkapan ini agar masyarakat mengetahui berbagai informasi.(DES/ANS)


