YOU CAN GET ALL

Showing posts with label pemerintah. Show all posts
Showing posts with label pemerintah. Show all posts

Tuesday, 1 March 2011

Istri Rizal Ramli Tutup Usia

untaianberita

Istri Rizal Ramli Tutup Usia

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Istri mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli, Maryani (Siaw Fung) wafat dalam usia 47 tahun di Jakarta, Selasa.

Rekan Rizal Ramli, Adhie Massaid di Jakarta Selasa menyebutkan, almarhumah meninggal akibat penyakit kanker yang dideritanya.

"Beliau meninggal di Pondok Indah Jakarta Selatan 1 Maret 2011 pukul 15.55 WIB dalam usia 47 tahun," sebut Adhie.

Almarhumah meninggalkan dua orang putri dan seorang putra. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Madrasah Nomor 45 Cipete Jakarta Selatan.

Tuesday, 22 February 2011

Pepesan Kosong SBY buat PEMDA2 di Indonesia

untaianberita

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganggap kinerja pemerintah daerah layaknya pepesan kosong. Ia menilai semua rencana yang pernah dibuat itu tidak konkrit dan tidak mampu terlaksana.

“Saya kenyang dengan banyak sekali komitmen. Yang berkomitmen membangun transportasi di Jakarta, gubernur DKI, luar biasa banyaknya sepuluh tahun ini. Semuanya pepesan kosong tidak jalan,” katanya saat membuka Retreat rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Senin (21/2).

Bahkan, SBY menambahkan hal seperti ini barangkali juga terjadi di daerah lainnya dan tidak hanya DKI Jakarta. Karena itu, rencana induk Program Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (P3EI) yang akan disusun dalam rapat kerja ini diminta konkret. P3EI harus memiliki sasaran yang jelas dengan dilengkapi analisis kualitatif dan kuantitatif. P3EI juga mesti mempunyai rencana kerja yang jelas.

“Oleh karena itu, kita tidak mau dalam master plan itu hanya komitmen. Kita ingin agreement di atas kertas dengan jumlah yang pasti,” tegas SBY. Dengan demikian, lanjutnya, ketika rencana induk tersebut disahkan, rencana tersebut sudah mampu dilaksanakan.

SBY juga meminta agar rencana itu dibuat sesederhana mungkin agar mudah dipahami dan bisa langsung dijalankan. Selain itu, tugas serta kewajiban yang harus dijalankan dalam penerapan rencana tersebut juga harus jelas.

“Agar tidak saling melempar, daerah menyalahkan pusat, pusat melempar ke daerah,” ujar dia. Harapannya, agar rencana induk milik Indonesia ini pun sama dan bisa lebih baik dibandingkan dengan rencana induk percepatan ekonomi yang dimiliki negara-negara sahabat.

Saturday, 12 February 2011

Siapkah Roda Pemerintahan Mesir Setelah Mubarak Terguling ??

untaianberita

Indonesia Ucapkan Selamat kepada Mesir
Indonesia siap berbagi pengalaman dalam proses reformasi.
SABTU, 12 FEBRUARI 2011, 16:06 WIB
Nur Farida Ahniar, Denny Armandhanu


VIVAnews- Pemerintah Indonesia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh rakyat Mesir atas keberhasilan revolusi mereka menggulingkan Presiden Hosni Mubarak. Indonesia juga siap membantu Mesir dalam proses membangun kembali sistem politik di Mesir.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh bangsa Mesir yang telah mampu mengatasi tantangan yang dihadapi saat ini,” ujar Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, melalui pernyataan resminya, Sabtu, 12 Februari 2011.

Marty juga yakin pilihan rakyat Mesir ini akan mengawali bergulirnya proses transisi demokrasi yang damai dan inklusif yang mengikutsertakan seluruh elemen bangsa Mesir. Indonesia juga percaya, Mesir kedepannya akan memiliki peranan lebih dalam hubungan di kawasan.

“Pemerintah Indonesia percaya bahwa Mesir akan tetap memainkan peran penting di kawasan, termasuk dalam mendorong proses perdamaian di Timur Tengah, serta tali persahabatan yang selama ini telah terjalin antara kedua negara dapat terus berkembang dan akan semakin ditingkatkan,”

Marty mengatakan bahwa Indonesia yang pernah mengalami pengalaman serupa di masa lalu siap membantu Mesir dengan berbagi pengalaman melakukan proses reformasi, transisi demokrasi dan transformasi sistem politik.

“Indonesia akan selalu berada di sisi Mesir dalam upaya bangsa Mesir menuju transisi yang demokratis serta dalam upaya bersama mewujudkan perdamaian yang langgeng di Timur Tengah,” ujar Marty.

Pergolakan di Mesir yang telah terjadi selama 18 hari telah membuat negara tersebut mengalami kelumpuhan. Ratusan ribu demonstran anti Mubarak juga sempat bentrok dengan massa pro Mubarak pada 28-29 Januari 2011, dilaporkan sebanyak 300 orang tewas dalam insiden tersebut.

Mubarak pada Selasa malam, 1 Februari 2010, menolak untuk mundur dan memilih bertahan sampai pemilu presiden September mendatang. Hal ini membuat demonstran semakin marah dan bertambah jumlahnya. Seiring tekanan yang semakin deras datang dari dalam dan luar negeri untuk Mubarak mundur, dia kembali membuat pernyataan. Sekali lagi dia menolak mundur.
Barulah pada Jumat, 11 Februari 2011, Mubarak melalui Wakil Presiden Omar Suleiman menyatakan mundur dan mengalihkan kekuasaan sementara kepada pihak militer. (hs)
• VIVAnews

Wednesday, 2 February 2011

Di Hari Imlek 2011 MUBARAK DI DEMO RAKYATNYA

untaianberita

VIDEO: Bentrok Massa Pro dan Anti-Mubarak
Bentrokan terjadi di tengah lapang Tahrir. Korban jatuh dari kedua belah pihak.
KAMIS, 3 FEBRUARI 2011, 08:45 WIB
Ismoko Widjaya

VIVAnews - Massa pendukung Presiden Mesir Hosni Mubarak mulai turun ke jalan. Bentrokan tak bisa dihindari antara massa anti pemerintah yang sudah menyemut selama sembilan hari dengan massa Mubarak.

Massa pro-Mubarak ini mulai muncul setelah sang presiden berpidato dan menyatakan tidak akan mundur sampai Pemilu bulan September mendatang. Rabu 2 Februari 2011, bentrok pecah.

Ribuan orang 'bertempur' di Lapangan Tahrir Square. Mereka saling melempar batu, blok beton, hingga bom-bom molotov. Perisai logam digunakan sebagai perlindungan.

Awalnya, aparat hendak membubarkan massa antipemerintah. Militer meminta massa demonstran pulang ke rumah. Tapi yang terjadi kemudian, ribuan orang saling baku-lempar.

ABC News melaporkan, tiga orang tewas dan 1.500 orang mengalami luka-luka. Korban jatuh dari dua belah pihak. Berikut


(umi)

• VIVAnews

DEMO YANG MENGERIKAN

untaianberita

RABU, 02 FEBRUARI 2011

10 Demonstrasi Paling Mematikan Dari Seluruh Dunia

Beberapa orang mengatakan bahwa Demonstrasi terjadi ketika orang lapar, lapar karena kekurangan makanan, pengetahuan, dan bahkan kekuasaan.

Kita semua tahu Demonstrasi menjadi sangat tragis dan mematikan. Kebanyakan demonstrasi terjadi ketika sekelompok besar orang tidak puas dengan keadaan tertentu ,dengan orang atau sekelompok orang.

Demo sering kali dimulai dengan unjuk rasa damai, tetapi berlangsung terus menerus, lalu tumbuh menjadi aksi anarki, para perusuh akan melakukan kekerasan dan polisi akan bereaksi.Hal ini sering menyebabkan luka-luka dan kadang kematian. Banyak kali semprotan merica atau gas air mata akan digunakan untuk membantu membubarkan para perusuh. Jika ini tidak berhasil, langkah-langkah lebih drastis kadang-kadang diambil seperti menggunakan pentungan untuk melumpuhkan orang atau beberapa metode lainnya.

Namun, terkadang,gas air mata dan tongkat tidak cukup, dan pasukan keamanan harus mengandalkan senjata lainnya untuk menghentikan aksi perusuh . Tapi, ini biasanya mengarah kepada kematian,dan terkadang memicu kerusuhan meluas. Tentu saja, tidak semua kerusuhan mematikan, tetapi dibawah ini adalah sepuluh peristiwa kerusuhan mematikan yang pernah terjadi.

10. Demonstrasi Soweto - 600 mati
Pemberontakan Soweto dimulai pada tanggal 16 Juni 1976 di Soweto, Afrika Selatan karena pemerintah . Selama 1976, pemerintah dijalankan oleh Partai Nasional, yang dikenal karena segregasi rasial, juga dikenal sebagai apartheid. Di Afrika Selatan,dimana krturunan Afrika Amerika tidak diberi kesempatan hidup yang sama dengan ras kulit putih Kaukasia.

Kulit hitam harus membayar sekolah melalui pajak, meskipun banyak dari mereka yang miskin dan tidak mampu memberikan kontribusi sejumlah uang yang diperlukan.Mereka yang tidak senang dengan aturan pemerintah bentrok dengan pihak berwenang, yang kemudian menyebabkan sekitar 600 kematian.

Bagaimana Dimulai
Pemberontakan butuh waktu sekitar 10 tahun untuk benar-benar memperoleh hasil, tetapi sekali hal itu, tidak ada menghentikan, anak muda pria dan perempuan berdiri untuk hak-hak mereka.Pada 1953, hukum yang telah disahkan yang menciptakan "Bantu Education Act", yang adalah mendirikan kurikulum pembelajaran yang ditujukan untuk kulit hitam.

Dr Hendrik Verwoerd melakukan cara kekerasan di balik tindakan tersebut karena ia percaya bahwa orang kulit hitam perlu diajarkan bahwa mereka tidak akan sama dengan Eropa. Sementara mereka mampu mempelajari hal lain, siswa kulit hitam yang sekolah diatur untuk hanya mempelajari skill dan kemampuan sebagai seorang pekerja buruh

Tak satu pun dari mereka diajarkan untuk melakukan hal-hal yang akan menempatkan mereka di atas putih. Seiring berjalannya waktu, pembatasan lebih banyak memakai pendidikan Amerika Afrika. Kulit hitam, pada tahun 1972, diberitahu bahwa mereka hanya akan diajarkan di Afrika, bahasa orang kulit putih.

mahasiswa menjadi yang sudah marah menjadi makin geram tentang kurangnya pendidikan, kurangnya uang, dan kurangnya hak-hak. Guru menolak untuk mengajar dalam Bahasa Afrika dan banyak memboikot untuk mengajar. Setelah ini terjadi , polisi dikirim dalam jumlah banyak, dan boikot yang banyak terjadi, akhirnya berubah menjadi kerusuhan.

Bagaimana itu berakhir
Pada akhir semua itu, 600 warga tewas. Banyak dari mereka tidak lebih tua dari 18 tahun dari kalangan pelajar.Setelah warga mulai melemparkan botol, batu, dan membakar bangunan-bangunan, kepolisian mulai menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan aksi itu, yang akhirnya banyak yang terbunuh

Banyak dari mereka yang masih hidup setelah tragedi ini meninggalkan Afrika Selatan. Tanggal 16 Juni kini diperingati sebagai Hari Pemuda. Hari itu dibuat untuk mengingat dan menghormati semua laki-laki muda dan perempuan yang meninggal selama pemberontakan agar suara mereka didengar.

9. 1977 Demo Roti di Mesir - 800 mati
Tanggal 18-19 Januari tahun 1977, Kerusuhan gara-gara roti di mesir menguasai sebagian besar kota terbesar di Mesir.
Tidak banyak bukti yang akan menyebabkan orang percaya bahwa rakyat kelas bawah berencana untuk membuat kerusuhan.Tentu saja, tidak semua kerusuhan dapat terlihat sebelum mereka benar-benar terjadi, dan ini hanya satu contoh. Namun, hal ini cukup jelas bahwa reformasi ekonomi oleh Anwar El Sadat tidak membuat orang - orang di kalangan bawah senang.

Bagaimana hal itu dimulai
Pada 1974, presiden Mesir, Anwar El Sadat, pindah fokusnya terhadap perubahan ekonomi negara. Dia ingin mengadopsi kebijakan pintu terbuka, atau dikenal sebagai Infitah, yang akan membantu untuk lebih mendorong investasi domestik dan asing.

Namun, ini adalah perubahan besar untuk Mesir, sebagai presiden sebelumnya, Gamal Abdel Nasser, memiliki tujuan berlawanan, yang akhirnya menyebabkan tidak ada investasi swasta dan nasionalisasi.

Sebagai presiden baru , Sadat benar-benar ingin menjadi lebih dekat dengan AS dan benar-benar menyingkirkan netralisme positif sehingga perekonomian negara itu akan menarik lebih banyak investor asing. Konflik dimulai ketika Sadat mengambil pinjaman dari Bank Dunia untuk memberikan subsidi, termasuk makanan. Pada tahun 1977 diumumkan bahwa pemerintah merencanakan untuk membatalkan subsidi sebesar $ 30 juta , terutama pada pangan.Bonus dan kenaikan gaji juga dibatalkan.

Bagaimana itu berakhir
Karena pembatalan ini, banyak orang di seluruh Mesir menjadi sangat marah. Banyak pekerja di pabrik-pabrik atau untuk pemerintah negara melakukan mogok masal dan bergegas ke kota untuk berpartisipasi dalam demonstrasi. Orang-orang dari seluruh mesir, termasuk Kairo dan Alexandria bergabung untuk berjuang agar kebijakan presiden dibatalkan.Warga mulai membakar gedung-gedung, memotong jalur kereta api, dan memblokir kereta api

Kerusuhan itu berakhir setelah tentara dikerahkan untuk mengendalikan massa dan memulihkan perdamaian dan ketertiban. Namun, pemerintah memutuskan untuk membatalkan kebijakan-kebijakan baru, hal Ini membuat banyak orang puas dan kerusuhan itu akhirnya berhenti.

8. Demonstrasi Bombay 1992-1993 - 900 mati
Dari Desember 1992 sampai Januari 1993, kerusuhan Bombay mengambil prevalensi di berbagai kota. Baik Muslim dan Hindu tewas selama kerusuhan, yang melibatkan kira-kira 150.000 orang, Dengan begitu banyak orang berkerumun bersama-sama, maka tidak mengherankan bahwa kematian dan cedera akan terjadi. Berbagai cerita kerusuhan telah digunakan dalam film maupun dalam literatur.

Bagaimana dimulai
Kerusuhan itu dipicu oleh berita tentang pembongkaran Masjid Babri, yang merupakan masjid di Ayodhya, India oleh Komisi Liberhan.

Penghancuran masjid ini memicu banyak kemarahan warga kota, karena banyak percaya bahwa pemerintah akan melindungi masjid agar tidak diruntuhkan, namun hal ini tidak terjadi, dan menyebarkan berita pembongkaran, semakin banyak orang berkumpul untuk mengekspresikan emosi mereka.

Orang-orang membanjiri jalan-jalan, sering menyerang sarana publik, termasuk bus.semakin banyak orang semakin kekerasan tumbuh, yang menyebabkan kepolisian melakukan kekerasan juga. Beberapa tembakan terdengar, yang menewaskan banyak orang Muslim dan Hindu yang mulai saling berperang.

Setelah ini, kerusuhan meluas di Dongri, di mana Hindu membalas dendam terhadap kaum Muslim setelah beberapa pekerja hindu tewas.

Kekerasan berlanjut dan polisi makin gelisah, terus membunuh para perusuh. Namun, para perusuh tetap melanjutkan kekerasan mereka.

Bagaimana itu berakhir
Setelah kerusuhan mereda setelah Hindu dan Muslim datang bersama-sama untuk menyelamatkan masjid Islamapura, kerusakan di berbagai kota telah menyebabkan kerugian; $ 3.600.000 .
Pada akhir semua itu, 900 orang tewas dan sekitar 2.000 terluka. Namun, segera setelah kerusuhan berakhir di Bombay, terjadi pemboman yang menewaskan sekitar 250 orang.

Sementara kerusuhan menjadi kenangan yang sangat mengerikan, berbagai film telah dibuat untuk menggambarkan kerusuhan yang terjadi, baru-baru ini film Slumdog Millionaire. film lain juga menggunakan kerusuhan merupakan bagian dari plot.

7. Minggu Berdarah 1905 (1.000 orang mati)
Dari semua kerusuhan dalam daftar ini, Minggu berdarah adalah salah satu yang akan diingat. Ribuan warga Rusia berdemonstrasi di jalan-jalan Rusia untuk memberikan petisi ke Tsar Nicolas II. Namun, demonstrasi damai segera berubah mematikan ketika pasukan polisi rahasia tsar tiba dan menembaki para demonstran.

Bagaimana dimulai
Sebelum kerusuhan yang terjadi pada tanggal 22 Januari 1905 di St Petersburg, berbagai warga di Rusia, kebanyakan mereka yang bekerja di pabrik-pabrik dan dianggap sebagai bagian dari kelas bawah, sedang mencari cara untuk memberitahu tsar tentang kondisi kerja yang mengerikan bahwa mereka harus menderita setiap hari.

Dipimpin oleh Pastor Gapon, kerumunan orang memutuskan bahwa permohonan diberikan kepada tsar akan menjadi cara terbaik untuk mendapatkan jawaban langsung dari sumbernya.

Hampir 300.000 warga, banyak dari mereka adalah pekerja dan keluarga mereka, berjalan ke Istana Musim Dingin, di mana mereka menyanyikan lagu-lagu, yang diselenggarakan simbol-simbol agama, dan bahkan menyanyikan lagu-lagu untuk memuji tsar.

Namun, ketika orang banyak mulai mendekati istana, para penjaga melepaskan tembakan peringatan, namun mereka terus, dan ini memicu polisi untuk menembak secara acak dalam kerumunan, meskipun fakta bahwa demonstrasi ini dilakukan dengan damai.

Orang-orang bubar saat kekerasan meletus, menyebabkan banyak kebingungan kepanikan.

Bagaimana itu berakhir
Sayangnya, setelah tembakan dilepaskan, orang-orang dipukul mundur dan banyak yang mati.

Tapi tidak hanya karena peluru , orang-orang yang menjadi panik berlari dalam kerumunan juga menyebabkanbanyak yang jatuh dan pada akhirnya terinjak - injak sampai mati. Kerusuhan pada dasarnya berakhir setelah tembakan ditembakkan dan para perusuh lari untuk menghindar.

Bapa Gapon, meskipun tidak tewas dalam kerusuhan, kemudian dibunuh atas perintah pemerintah. Hari ini, lagu, film, dan buku telah dibuat untuk menggambarkan Minggu Berdarah di Rusia.

6. Demonstrasi Tembaga 1662 ( 1.000 mati)
Copper Riot 1662 dimulai pada tanggal 25 Juli di Moskow. Kekuatan utama di balik kerusuhan tersebut adalah kenyataan bahwa ekonomi Rusia jatuh terus menerus.

Ini sebagian besar disebabkan oleh perang Rusia dengan Swedia dan Polandia, yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan besar pajak bagi warga Rusia.Pada 1654, untuk mencoba memperlambat masalah, pemerintah memutuskan untuk menggunakan uang tembaga yang disamakan dengan uang perak. Uang tembaga diedarkan dalam jumlah sangat besar, yang kemudian menyebabkan devaluasi uang tembaga.
Hal ini kemudian menyebabkan banyak masalah abru, termasuk uang mencari keuntungan dan peredaran uang palsu, dan beberapa dari mereka yang terlibat dalam kegiatan ilegal adalah pejabat pemerintah.

Semua ini bersama dengan rumor yang berkembang tentang daftar hitam nama-nama mereka yang telah menyebabkan ekonomi negara gagal dan akhirnya banyak orang melakukan kerusuhan.

Bagaimana dimulai
Di pertengahan 1660-an, perekonomian Rusia tampaknya berada pada kejatuhan, Setelah daftar hitam seharusnya penuh dengan nama-nama dari orang-orang yang telah bertanggung jawab atas keadaan ekonomi Rusia, banyak warga Rusia yang marah.Nama-nama mereka yang diumumkan di berbagai lokasi di seluruh Moskow.
Kerusuhan itu dimulai pada tanggal 25 Juli di pagi hari dan setelah proklamasi dibuat, para perusuh membuat jalan mereka ke Kolomenskove untuk bicara dengan Alexei Mikhailovich, tsar pada saat itu.

Mereka menuntut bahwa pengkhianat diserahkan kepada mereka sehingga perekonomian bisa menjadi stabil lagi.
Mikhailovich berjanji penyelidikan penuh dan pajak yang lebih rendah. Setelah itu para demonstran kembali ke Moskow, tapi para demonstran yang tidak pergi ke Kolomenskove muali menghancurkan rumah-rumah para pedagang dianggap pengkhianat.

Beberapa perusuh direncanakan untuk kembali untuk menemui tsar, tapi saat itu, sejumlah pasukan militer dalam jumlah besar berkumpul untuk mengusir para demonstran. Dikatakan bahwa sekitar 10.000 orang, bergabung dalam kerusuhan Moskow, banyak dari mereka, termasuk petani, tentara, orang-orang dari streltsy, dan lain-lain .

Bagaimana itu berakhir
Dengan kekuatan tentara 6,000-10,000 tentara, para perusuh kalah jumlah.
Tsar Alexei memerintahkan penuh membubarkan kerusuhan tersebut. Perintah ini pada akhirnya menyebabkan kematian 1.000 orang. Ada yang tenggelam di sungai, ada yang digantung.

Beberapa dari para perusuh itu hanya ditangkap dan dimasukkan ke dalam pengasingan. Meskipun kerusuhan ini hanya berlangsung sehari, mereka yang berpartisipasi benar-benar dapat membujuk pemerintah. In 1663, coinage of copper was abolished, making the riot successful yet very deadly.

Pada 1663, mata uang tembaga dihapuskan, membuat demonstrasi itu sukses namun setelah merenggut banyak korban jiwa

5 Revolusi Rumania 1989 ( 1104 mati)
Revolusi Rumania 1989 mengindikasikan kekerasan sejak awal, danmeningkat sampai pertempuran berhenti, seminggu setelah itu dimulai. Sebelum kerusuhan, warga di Rumania tidak senang dengan berbagai hal.

Yang pertama adalah Nicolae Ceau? gerakan escu untuk sepenuhnya menghapus utang negara.Untuk melakukan ini, dia memutuskan untuk mengekspor sejumlah besar barang dari Rumania untuk di tukar dengan mata uang internasional. Bahkan jika rencananya akan bekerja, kebanyakan orang di dalam negeri menjadi semakin miskin dan kekurangan dalam berbagai bahan pokok yang umum.

Hal-hal seperti televisi, makanan, pakaian, listrik, dan banyak hal lainnya dipotong pendek.Namun, konyol kedengarannya, ketika mencoba untuk mengurangi utang itu, dia juga mengadakan parade perayaan untuk merayakan dirinya dan istrinya, yang menguras lebih banyak uang rakyat.

Orang-orang juga sangat prihatin tentang polisi rahasia negara itu, yang tampaknya mencoba untuk mengubah negara menjadi negara polisi. Kebebasan berbicaara dilarang,, buku disensor, saluran radio dilarang, dan tak ada yang mengkritik rezim. Semua ini sangat membuat marah banyak warga, dan sebagian besar percaya bahwa revolusi tak terelakkan.

Bagaimana dimulai
Dengan mayoritas ketidakpuasan di seluruh negeri, tidaklah mengherankan bahwa pemerintah Rumania berada dalam masalah serius. Protes nyata pertama dimulai pada tanggal 16 Desember 1989, ketika pejabat Rumania sedang berusaha untuk menyingkirkan Laszlo Tokes, seorang pemberontak.
Dia telah berbicara menentang pemerintah yang menyebabkan ia kehilangan pekerjaannya sebagai seorang pendeta, meskipun banyak warga membela dan melindungi dirinya diusir dari rumahnya.

Dengan orang banyak berkumpul di sekitar rumah Tokes ', polisi dipanggil, dan meskipun tuntutan sudah dikabulkan, orang-orang masih marah dan tidak meninggalkan, yang berarti bahwa polisi harus menggunakan kekerasan untuk membubarkan pertemuan tersebut.

Mereka berhasil melakukannya, tetapi banyak berkumpul kembali di kemudian hari. Keesokan harinya sekelompok demonstran masuk ke gedung Komite Kecamatan dan menghancurkan segalanya, termasuk propaganda dan brosur dan bahkan mencoba untuk membakar gedung itu,tapi gagal.

kerusuhan semakin buruk, polisi dipanggil, tapi ini terbukti sia-sia, sehingga tank dan pengangkut personel lapis baja dipanggil, karena polisi tidak dapat menghentikan penembakan, kebakaran, dan perkelahian.

Kerusuhan terjadi terus setiap hari, tetapi terbesar terjadi pada tanggal 21 Desember, ketika hampir 100.000 orang datang bersama-sama, banyak dari mereka berteriak anti-pemerintah dan menyanyikan nyanyian yang menyerukan pengunduran diri Ceau escu,? Yang tidak terjadi.

Bagaimana itu berakhir
Demo lanjutan dengan lebih banyak orang saat Escu melakukan kunjungan ke Iran.
Polisi masih tidak mampu mengontrol para perusuh dan karena itu, ia terpaksa memberikan pidato mencela kerusuhan dan menjelaskan bagaimana kejadian tersebut menempatkan negara pada risiko internal. Namun, para perusuh itu tidak mendengar hal itu dan tetap turun di jalan-jalan. Untuk menghadapi mereka, tank, tentara, dan pasukan semuanya dikirim , meskipun para perusuh itu tidak bersenjata. Tembakan berasal dari berbagai bangunan yang berbeda, banyak melukai dan membunuh banyak orang.

Saat kerusuhan masih terus berlangsung, Ceau Escu memutuskan bahwa sudah waktunya untuk melarikan diri. Berpikir bahwa kerusuhan masih bisa ditekan, ia memilih untuk meninggalkan negri pada pagi hari 22 Desember.Ceau escu bersama dengan istrinya berlari masuk ke dalam helikopter yang ditetapkan untuk membawa mereka ke lokasi terpencil, namun para perusuh tidak jauh berada di belakangnya.


Meskipun berhasil lepas landas, pilot mengeluhkan masalah kerusakan mesin dan mendarat di lapangan.

Di sini mereka dalam helikopter berusaha untuk landing dan menggunakan mobil untukuntuk melarikan diri, tapi Ceau Escu bersama dengan istrinya ditangkap. Mereka diadili dan akhirnya dieksekusi, dengan demikian mengakhiri revolusi.

4. Intifadah Pertama 1987-1993 - (2326 meninggal)
Meskipun ada banyak Intifadas sepanjang sejarah, yang satu ini salah satu yang paling mematikan.Intifadah pertama dimulai pada tanggal 8 Desember 1987 ketika sebuah tank tentara Israel bertabrakan dengan kendaraan warga Palestina di Erez Crossing yang tinggal di Jalur Gaza di kamp pengungsi Jabalia yang menewaskan empat orang dan melukai tujuh lainnya.

Namun, Palestina percaya bahwa ini bukan kecelakaan murni, karena beberapa hari sebelumnya seorang pria Yahudi ditikam sampai mati di lokasi terdekat. dengan insiden ini besertacatatan panjang permusuhan antara Palestina dan Israel, kerusuhan mulai meletus di berbagai lokasi.

Bagaimana memulai
Untuk waktu yang lama , Palestina dan Israel memiliki banyak sejarah buruk.
Selama Intifadah Pertama, Palestina marah karena orang Israel menduduki wilayah Palestina, termasuk Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Mereka mengatakan bahwa Israel telah mendeportasi dan mengeksekusi banyak warga palestina. Karena itu, orang mulai berkumpul dan memutuskan untuk menunjukkan ketidaksetujuan mereka di kamp pengungsi Jabalia, yang kemudian menyebabkan pemberontakan lain di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Meskipun demo itu dimulai dengan damai, pada akhirnya sebanyak 2.326 orang meninggal, .
Palestina melakukan boikot, pemogokan, barikade, penolakan pajak, dan metode lain yang tidak berbahaya bagi siapa pun. Namun, tindakan ini akhirnya menjadi sangat keras dan mematikan dan jauh lebih luas. Selama kerusuhan, banyak pemimpin Palestina sahid, termasuk Abu Jihad. Pada akhir semua itu, 2.326 orang meninggal, dan puluhan lainnya terluka.

Bagaimana itu berakhir
Kerusuhan mulai mereda pada tahun 1991, adalah Palestina tidak mendapatkan tempat dan setatus yang jelas di negaranya sendiri.
orang Palestina banyak yang disembelih setiap hari, dan Organisasi Pembebasan Palestina banyak kehilangan anggota.namun, Intifadah melakukan perubahan di banyak hal. Salah satunya, keputusan untuk menggabungkan wilayah Palestina dengan Jordan tidak lagi dilakukan. Juga, banyak negaral mengutuk tindakan Israel, kerusuhan juga membawa banyak diskusi internasional mengenai siapa yang harus memiliki Jalur Gaza dan berbagai lokasi lain.

3. Direct Action Day 1946 - 4.000 mati
kerusuhan ini adalah kerusuhan Islam-Hindu paling mematikan dalam sejarah.
Direct Action Day, juga dikenal sebagai Great Calcutta Killing, terjadi pada tanggal 16 Agustus 1946, dan berakhir dengan 4.000 orang tewas dan hampir 10.000 orang kehilangan tempat tinggal. kerusuhan terjadi di tempat yang sekarang dikenal sebagai Kolkata, sebuah kota di provinsi Benggala di British India, yang saat itu dikenal sebagai Kalkuta. Selama tahun 1940-an Majelis Konstituante India, Kongres Nasional India dan Liga Muslim bertentangan ketika pemerintah Inggris memberikan pilihan untuk kemerdekaan India.

Namun, rencana ini tidak memuaskan semua orang, terutama Mayoritas Muslim yang sudah lama ingin menjadi Pakistan independen dan terpisah, namun rencana tetap dilaksanakan tanpa berpikir.

Kerusuhan ini dimulai pada tanggal 18 hari Ramadan, dan direncanakan akan damai, tetapi menjadi tragedi

Bagaimana dimulai
Keputusan kemerdekaan India mengecewakan bagi mayoritas Muslim yang akhirnya menimbulkan bentrokan atara golongan Muslim dan Hindu di calcutta, banyak korban berjatuhan dan banyak rumah-rumah terbakar, menyisakan yang bertahan dengan ribuan yang luka , dan kehilangan tempat tinggal

Bagaimana itu berakhir
kerusuhan itu tampaknya berakhir dan mereda pada hari ke-21 Ramadan, dan pada saat ini diperkirakan 4.000 orang tewas, meskipun beberapa sumber mengatakan korban tewas adalah sekitar 7,000-10,000.

Pertempuran sangat buruk yang bahkan polisi pasukan dari kedua belah pihak tidak dapat mengendalikannya, apalagi berhenti sama sekali. Banyak kali, aparat kepolisian menjadi orang-orang yang mengambil mayat-mayat dan menempatkan mereka di tepi jalan untuk menghindari lagi trauma saat berperang terus. On August 22, the riots finally ended after British troops were sent in to calm the violence.

Pada tanggal 22 Agustus, kerusuhan akhirnya berakhir setelah pasukan Inggris dikirim untuk menenangkan kekerasan. Selama kerusuhan, banyak orang meninggalkan rumah mereka, tetapi mereka yang tidak pergi menjadi pelaku dan korban kekerasan. Dengan lebih dari 100.000 terluka, kerusuhan tidak berakhir di Calcutta. Bahkan, Direct Action Day memicu berbagai kerusuhan lainnya di seluruh India.

2. Pemberontakan Arab di Palestina 1936-1939
(5.600 Meninggal)

Selama pemberontakan Arab di Palestina 1936-1939, mereka yang mengambil bagian dalam kerusuhan itu memprotes dua masalah utama: imigrasi Yahudi besar ke area Palestina serta kembalinya pemerintahan kolonial Inggris.

Tahun-tahun pertama Demonstrasi dipimpin oleh Komite Tinggi Arab (AHC). Selama ini masalah kerusuhan hanya isu besar yang digembar gemborkan; kenyataannya aksi demo mereka hanya pemogokan dan jenis lain dari protes politik yang tidak menimbulkan kekerasan atau bahaya kepada siapapun. Namun,hal iniberubah pada tahun 1937 setelah Inggris telah berhasil menenangkan demonstrasi yang pertama
Pada September 1937 kerusuhan demonstrasi berubah menjadi kekerasan dan ribuan orang dibunuh. Dikatakan bahwa saat kerusuhan sekitar 10% dari populasi Palestina laki-laki antara usia 20-60 dibunuh, dipenjarakan, diasingkan, atau terluka. Namun, pada akhirnya, demonstrsi yang menjadi kerusuhan ini tidak membuahkan hasil.

Bagaimana dimulai
Pada bulan April 1936, beberapa pemimpin Arab yang berbeda bersatu untuk memprotes Invasi Zionis di Palestina. Para pemimpin ini, yang lebih dikenal sebagai AHC, yang menyerukan pekerja Arab untuk mogok dan boikot semua jenis produk Yahudi.

Kelompok, dipimpin oleh Haji Amin al-Husseini, mewakili tujuan dari orang-orang Arab di Palestina sampai 1948. Di Palestina, Yahudi merampas lebih banyak tanah dan lebih melakukan banyak imigrasi masuk ke lokasi orang-orang Arab dan menyebabkan para warga arab frustrasi, hal ini dilakukan di bawah kekuatan pasukan Eropa .
AHC menuntut untuk menghenikan praktek ini dan ingin menumbuhkan pemerintah nasionalis Arab untuk pemerintahan Palestina. Meskipun demo dimulai secara damai, namun tidak berlangsung lama, dan segera menjadi kerusuhan karena tidak ada perubahanyang muncul melalui protes damai.

Pada akhir 1937, Arab, Yahudi, dan bahkan tentara Inggris banyak yang terbunuh karena kekerasan antar kelompok. Banyak orang Arab dipenjarakan, beberapa digantung, dan beberapa bahkan diasingkan.

Bagaimana itu berakhir
Selama ini, Inggris juga melancarkan untuk kemungkinan perang dengan Jerman. Negara ini menyadari bahwa mereka perlu untuk mempertahankan mereka pasokan minyak Timur Tengah karena mereka tergantung pada hal itu dan karena itu harus memastikan bahwa orang-orang Arab tidak terus membenci mereka. Namun, pada saat yang sama, pemerintahan Inggris sangat dipengaruhi dan didukung oleh orang-orang Yahudi karena mereka berperang melawan Nazi Jerman.

Tetapi pada akhirnya pemerintah berpihak pada orang-orang Arab dan menjadikan kerusuhan mulai mereda Mengabaikan keputusan Inggris, imigrasi Yahudi terus berlanjut.Pada tahun 1937 Inggris, bekerja bersama dengan AHC, mencoba untuk merancang suatu cara untuk menengahi situasi. Komisi A Peel telah diciptakan, yang menyatakan bahwa Palestina harus dipisahkan menjadi negara Yahudi dan Negara Arab, tetapi bangsa Arab tidak untuk semua jenis partisi.

Pada akhirnya tanpa keputusan akhir yang masuk akal , Inggris mulai membungkam kerusuhan turun dengan kekuatan dan menyingkirkan AHC. Today, Palestine is still a land full of conflict. Hari ini, Palestina masih merupakan tanah penuh konflik.

1. Demonstrai Nika - 30.000 mati
Sementara kerusuhan biasanya berlangsung satu atau dua hari, Nika kerusuhan di 532 SM. berlangsung seminggu, dan hari ini kerusuhan yang dikenal sebagai mematikan yang pernah, dengan ratusan ribu kiri mati di seluruh kota.

Setengah dari kota itu dibakar menjadi abu dan puing-puing dan jumlah orang yang meninggal benar-benar mengejutkan.

Kerusuhan terjadi di Konstantinopel di Hippodrome dan menjadi sangat kekerasan setelah berita kaisar waktu, Justinianus I, tidak membawa merilis dua orang yang dituduh melakukan pembunuhan.Nama kerusuhan, "nika" berarti menaklukkan, yang benar-benar menetapkan panggung untuk kerusuhan.

Sebagai kota yang tumbuh dengan terlalu banyak kontrol, mereka yang bekerja dengan Justinianus, para senator, memutuskan ini adalah waktu yang tepat untuk menggulingkannya karena mereka tidak setuju dengan peraturan pajak baru.

Karena itu, para senator yang tergabung dalam demo dan tutntutannya menyerukan kaisar baru serta John the Cappadocian dan Tribonian untuk turun karena mendukung ide-ide pajak Justinianus's. Namun, ini tidak terjadi dan kerusuhan terus, Justinian memiliki dua penjaga itu pergi ke Hippodrome dan mengunci pintu untuk menjaga orang di dalam.

Kedua orang itu membunuh semua orang yang di dalam. Pada akhir semua itu, 30.000 orang tewas dan mayoritas kota itu ditinggalkan dalam keadaan bencana. Justinian memang akhirnyamenguasai kota sebelum dia diasingkan mereka yang berbalik melawan dia.

MALAYSIA DAH MENANG SEGALANYA SEKARANG MO NEBENG

untaianberita

Malaysia Minta Bantuan, Ini Tanggapan Garuda
Garuda hanya sebagai operator, untuk penumpang yang menentukan pemerintah.
RABU, 2 FEBRUARI 2011, 16:14 WIB
Nur Farida Ahniar, Purborini

VIVAnews - Pemerintah Malaysia berencanameminta bantuan pesawat milik PT Garuda Indonesia untuk mengangkut mahasiswa Malaysia yang ada di Mesir. Upaya tersebut dilakukan jika pesawat terbang maskapai Negeri Jiran itu tidak cukup untuk mengangkut warga negara Malaysia.

Berdasarkan pernyataan dari Menteri Luar Negeri Anifah Aman, seperti dilansir dari harianThe Star, Rabu, 2 Februari 2011, pemerintah Malaysia telah mengirimkan pesawat yang bertolak dari Kuala Lumpur ke Jeddah, selanjutnya menuju Mesir untuk menjemput para mahasiswa. Pemerintah Malaysia telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan Brunei Darussalam dalam proses evakuasi tersebut.

"Contohnya, Garuda sudah siap di bandara Kairo dan jika mereka punya kursi lebih, mereka dapat mengangkut warga Malaysia yang masih berada di bandara," ujar Aman.

Lantas, bagaimana tanggapan Garuda?
Humas PT Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, menjelaskan Garuda tidak mempunyai rute terbang dari Jakarta-Jeddah-Kairo. Garuda diminta oleh pemerintah terbang ke Mesir merupakan kewajiban sebagai maskapai pelat merah.

Penerbangan ini bukan komersial, karena di luar rute Garuda sehari-hari. "Ketika ada permintaan negara lain, pemilik kursi kan Setneg atau pemerintah. Garuda hanya sebagai operator," ujarnya kepada VIVAnews.com di Jakarta, Rabu, 2 Januari 2011.

Pemerintah menggunakan Garuda untuk mengangkut 6.000 WNI yang ada di Mesir. Jika kapasitas pesawat sekitar 400 penumpang, dibutuhkan sedikitnya 15 kali penerbangan. Selain Garuda, maskapai lain yang digunakan yaitu Lion Air dan Batavia Air. "Sistemnya seperti pemerintah menyewa pesawat," ujarnya.

Karena sistemnya sewa, maka penumpang ditentukan oleh sang penyewa atau dalam hal ini pemerintah. "Garuda hanya menerbangkan, terserah pemerintah mau diisi siapa," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, menyatakan belum mengetahui adanya permintaan dari pemerintah Malaysia tersebut. "Memang tadi ada pembicaraan dengan menlu Malaysia? Saya belum tahu apa-apa," ujarnya.

Emir menjelaskan, Garuda akan kembali menerbangkan satu pesawat ke Mesir malam ini untuk mengevakuasi 390 warga negara Indonesia (WNI). (art)

• VIVAnews

PREMAN (GANGS) BANTU MUBARAK LAWAN PROTESTER

untaianberita

Massa Pro dan Anti Mubarak Bentrok Sengit
Massa pro Mubarak terlihat merobek spanduk yang berisi kecaman terhadap pemerintah.
RABU, 2 FEBRUARI 2011, 20:24 WIB
Arry Anggadha

VIVAnews - Aksi demonstrasi mengecam pemerintahan Presiden Hosni Mubarak semakin panas. Ratusan pendukung pemerintah tiba-tiba menyerang para pengunjuk rasa di alun-alun Kairo.

Seperti dilansir dari Associated Press, Rabu 2 Februari 2011, pendukung Mubarak ini pertama kali keluar di jalan pada hari ini atau sehari setelah Presiden Mubarak menolak permintaan demonstran untuk mengundurkan diri. Mereka keluar dengan jumlah yang besar dan menuntut para demonstran untuk mengakhiri aksinya.

Pendukung Mubarak ini terlihat menerobos kumpulan pengunjuk rasa anti pemerintah yang sedang berkumpul di Tahrir. Massa pro Mubarak terlihat merobek spanduk yang berisi kecaman terhadap pemerintah.

Akibat tindakan itu, pecah keributan di antara massa yang pro dan anti pemerintahan. Sejumlah orang dari kedua kubu saling melempar batu. Banyak yang menderita luka di kepala.

Selama bentrokan, tentara dan tank yang berjaga di lapangan terlihat tidak berbuat apa-apa. Kerusuhan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Juru Bicara Militer meminta demonstran membubarkan diri.

• VIVAnews