YOU CAN GET ALL

Tuesday, 14 September 2010

PMKRI Prihatin terhadap penindasan warga di Tapanuli

untaianberita

PMKRI Prihatin Penindasan Rakyat di Tapanuli Tengah

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia menyatakan prihatin atas penindasan warga di Tapanuli Tengah yang mempertahankan tanah mereka oleh perusahaan kelapa sawit.

"Saat ini belasan korban penganiayaan dan intimidasi dari Tapanuli Tengah itu sudah lebih dari 10 hari berada di Jakarta untuk mencari keadilan dan memperjuangkan nasibnya yang ditindas sesama bangsa sendiri," kata Ketua Presidium Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), BR Tri Adi Sumbogo, di Jakarta, Selasa.

Kepada ANTARA, ia memaparkan, selain diserobot tanahnya untuk dialihfungsikan sebagai kebun sawit oleh perusahaan Nauli Sawit, lahan warga setempat juga akan digunakan untuk pembangunan proyek PLTU.

"Saat ini, kami sedang mengadvokasi para korban penyerobotan tanah itu, karena ada beberapa bukti, bahwa selain tindak intimidasi, juga mereka mengalami berbagai perlakuan kekerasan seperti penikaman, pembakaran rumah bahkan pembunuhan," ungkapnya.

Temui Komnas HAM

Atas advokasi PP PMKRI itu pula, para korban sudah menemui Komnas Hak-hak Azasi Manusia (HAM), anggota Komisi II DPR RI, LSM Kontras, Wakadiv Humas Mabes Polri serta beberapa pihak lainnya.

"Oleh karena itu, kami mohon bantuan para pihak lainnya untuk terus membantu para korban penyerobotan tanah oleh perusahaan sawit dan perusahaan listrik tersebut, karena ada indikasi semakin jauh dari pusat pemerintahan, kian banyak pelanggaran HAM dan perlakuan tirani pemerintah di daerah kepada rakyatnya," katanya.

Adi Sumbogo didampingi Sekretarisnya, Vincentius Lokobal mengharapkan dukungan aparat keamanan dan pihak-pihak berkompten, agar kasus penyerobotan tanah di Tapteng ini dapat dituntaskan, sekaligus rakyatnya memperoleh keadilan selayaknya

No comments:

Post a Comment