YOU CAN GET ALL

Tuesday, 14 September 2010

MAFIA II GAMES

untaianberita

Selasa, 14/09/2010 18:03 WIB
Game Review
Kisah Menarik Dalam Kelamnya Dunia Mafia II
Trisno Heriyanto - detikinet

Jakarta - Mafia II boleh jadi merupakan salah satu karya terbaik dari 2K Games dan 2K Czech. Namun karena memiliki sistem permainan yang mirip dengan Grand Theaft Auto (GTA), maka tercetuskan anggapan bahwa game ini 'mengintip' game besutan Rockstar tersebut.

Pendapat tersebut cukup beralasan. Dalam permainan Mafia II gamer akan menjumpai beberapa hal yang ada dalam GTA. Misalnya, gaya mencuri mobil yang mirip, cara menghindar dari kejaran polisi yang sama, hingga metode memulihkan diri dengan makanan dianggap meniru aksi para jagoan di GTA.

Namun dengan alur cerita yang begitu menarik, serta sistem permainan yang beragam, membuat Mafia II bisa sukses tanpa terus dibanyangi serial GTA.





Cerita Memikat

Bisa dibilang, aspek yang paling menarik dalam Mafia II adalah alur cerita yang kuat dan saling berhubungan. Dalam game ini pemain akan berperan sebagai Vito Scaletta, yakni seorang veteran perang dunia II.

Awal cerita, gamer akan disuguhkan sebuah video tentang bagaimana Vito bisa menjadi seorang tentara. Mulai dari ia kecil, kemudian beranjak dewasa dengan segudang kenakalannya, hingga ia dijebloskan untuk ikut wajib militer.

Usai menyelesaikan tugasnya sebagai seorang tentara, Vito kembali ke rumah dengan harapan dapat melanjutkan hidup bersama keluarganya. Namun apa daya, sesampainya di rumah ia mendapati keluarganya yang sedang terlilit hutang dan ayahnya yang telah tiada.

Ingin segera menyelesaikan masalah di keluarga Vito pun menemui teman semasa kecilnya, Joe Barbaro, untuk mendapatkan perkerjaan. Nah, di sinilah mulai terlihat beberapa aksi kriminal yang dilakukan oleh kedua orang tersebut.

Seluruh cerita dalam game ini akan berada dalam Empire Bay, yakni sebuah kota virtual yang dirancang dari bentuk New York pada era 1940-an. Vito dan Joe akan bersama-sama menyelesaikan satu misi ke misi lain yang diberikan oleh sekelompok bos mafia.

Tiap misi yang dilakoni akan membawa Vito hingga ke jenjang karirnya sebagai keluarga Mafia. Namun tidak melulu bahagia, ada kalanya sang jagoan menjalankan misi sebagai tahanan di dalam penjara, jatuh miskin, hingga cerita memilukan ketika Vito kehilangan ibu dan teman baiknya.

Dengan seluruh rangkaian tersebut, membuat alur cerita dalam Mafia II begitu memikat dan beragam. Ini juga yang membuat detikINET betah memainkan game ini selama beberapa jam.

Namun perlu diketahui, Mafia II bukanlah game yang bersahabat bagi anak-anak. Selain sarat dengan adegan kekerasan, game ini juga disisipkan beberapa konten berbau porno. Misalnya, koleksi majalah Playboy yang bisa didapat pemain di tempat tertentu.



Grafis dan Tatanan Suara Aduhai.

Urusan grafis dan tatanan suara sepertinya 2K tidak main-main. Penampilan karakter hingga suara latar yang mendukung game ini begitu terasa fantastis, hingga para pemainnya bakal dibawa suasana klasik di era 40'an.

Suasana jadul pun kian didukung penampilan karakter dengan gaya tatanan rambut serta pakaian khas pada jamannya. Belum lagi musik latar yang mengiringi gamer ketika sedang mengendari mobil.

Urusan mengendari mobil dalam Mafia II bukanlah perkara mudah, karena sedang musim dingin dan bersalju tebal, maka mobil akan mudah sekali tergelincir. Inilah yang begitu merepotkan ketika pemain harus mengendari mobil dengan catatan waktu tertentu.

Efek perputaran waktu pun terlihat terlihat luar biasa, sistem perpindahan waktu dari pagi, siang, dan malam yang begitu menawan. Ouw ya, seluruh misi tidak hanya dimainkan dalam musim dingin saja, beberapa misi terakhir justru dimainkan pada musim panas ala Empire Bay.





Bukan Tanpa Cacat

Hadir dengan alur cerita yang menarik, kualitas grafis yang menawan, serta tatanan suara yang mengagumkan membuat Mafia II tampil baik. Namun bukan berarti game ini tanpa cacat.

Hal yang paling menyebalkan dalam Mafia II adalah bug yang terdapat di mana-mana. detikINET menggunakan komputer dengan prosesor Intel Core i7 965, VGA GeForce GTX 275 namun menjumpai beberapa kendala seperti, crash, grafis corrupt, bahkan terkadang game tidak bisa dimainkan. Beruntung, beberapa masalah dapat di atasi dengan mengupdate driver.

Faktor lain yang amat disayangkan dalam game ini adalah cerita yang cepat tuntas. Ada sekitar 15 chapter dalam dalam Mafia II, dan pemain bisa menyelesaikan semua misi dalam waktu 8-9 jam saja.

Meski sempat dibayangi oleh seri GTA, namun tampaknya 2K berhasil mengemas Mafia II untuk tampil berbeda. Melalui semua kelebihan yang ditawarkannya, membuat game ini bisa memberikan pengalaman baru memainkan sebuah game Action Adventure dalam sudut pandang orang ketiga.


Kelebihan:
+ Cerita menarik
+ Kualitas grafis menawan
+ Misi beragam

Kekurangan:
- Banyak bug
- Tergolong singkat



Dalam mereview game ini, detikINET menggunakan sistem berbasis: Prosesor Intel Core i7 965, Corsair HX1000W, Corsair Dominator 6GB kit, MSI GTX 275, WD VelociRaptor 300GB, ASUS VH226, dan sistem operasi Windows 7 ( eno / wsh )

No comments:

Post a Comment