YOU CAN GET ALL

Tuesday, 14 September 2010

KRI DEWARUCI MEMUKAU di ITALIA

KRI Dewaruci Pukau Pengunjung Festival Internasional Italia

KRI Dewaruci Pukau Pengunjung Festival Internasional Italia

Jakarta (ANTARA) - Atraksi yang dilakukan kru KRI Dewaruci pada hari terakhir festival Internasional Kapal-Kapal Layar Tiang Tinggi Mediterania di Cagliari, Italia, memukau warga kota Cagliari meskipun kehadirannya terlambat tiga hari karena perbaikan tiang layar di pelabuhan Brest, Perancis.

Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Musurifun Lajawa dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA, Selasa menyebutkan keterlambatan tersebut ditebus dengan rangkaian atraksi budaya yang memukau pengunjung festival dari pagi hingga larut malam.

Dikatakannya kru KRI Dewaruci menampilkan tari perang Papua, Rantak Sumbar, Reog Ponorogo Jatim, Rapak Kendang Jabar, Saman Aceh dan ditutup dengan Poco-poco yang diikuti oleh para penonton.

Segera setelah merapat di dermaga Cagliari dengan atraksi kadet yang berdiri di tiang-tiang layar tinggi, Dewaruci menerima kunjungan masyarakat Cagliari, dimulai dengan rombongan para penderita cacat yang diantar keluarga dan didampingi petugas palang merah Italia.

Di luar skenario, kapten kapal Dewaruci, Letkol Soeharto La Djide menyiapkan anak buahnya mengelar pertunjukan budaya yang membuat seorang penderita cacat dengan segala keterbatasannya bangkit dari tempat duduknya dan bergoyang mutar-mutar, yang mengundang tepuk tangan pengunjung memadati geladak kapal dan antrian pengunjung di tepi dermaga.

Banyaknya pengunjung, membuat kru Dewaruci kembali menggelar pertunjukan dengan posisi penari menghadap pengunjung yang jumlahnya terus bertambah dan tidak dapat naik ke atas kapal.

Seusai gelar budaya, marching band Gita Taruna melakukan parade dengan berjalan sekitar satu km dari dermaga ke taman besar di sepanjang marina dengan latar belakang kapal-kapal layar kecil yang berjajar rapi dan indah.

Parade atraktif yang membawakan lagu-lagu populer menarik perhatian pengendara yang melewati jalan utama di depan marina yang melambaikan tangan sambil mengambil foto peserta parade .

Memperhatikan antusiasme tinggi pengunjung pada aktraksi budaya crew Dewaruci kembali memenuhi permintaan penyelenggara untuk tampil di terminal utama kapal pesiar di dermaga Ichnusa, Cagliari .

Suguhan pertunjukan budaya yang lebih menarik di depan pengunjung yang membuat mereka ikut menari dan memberikan tepuk tangan yang tidak henti-hentinya sepanjang pertunjukan.

Sambil menonton, sejumlah pengunjung menghampiri Duta Besar RI Roma, Mohamad Oemar yang duduk bersama kapten Dewaruci dan menyampaikan berbagai ungkapan pujian dan terima kasih atas kedatangan Dewaruci dalam festival.

Ketua Penyelenggara Fetival Pier Paolo Del Rio mengatakan keterlambatan Dewaruci sudah terbayar lunas dengan atraksi spektakuler hari ini.

"Saya mengenal nama Indonesia dari media massa," ujar seorang warga setempat yang mengakui kesan awalnya negatif, namun kehadiran Dewaruci yang menampilkan budaya yang belum pernah disaksikan di kapal lain yang ikut festival di Cagliari, membuat ia jatuh cinta dan ingin berkunjung ke Indonesia.

Para penonton sore itu kebanyakan datang bersama keluarga kemudian menuju kapal untuk menyaksikan keunikan Dewaruci, kapal latih TNI AL yang juga aktif memperkenalkan seni budaya Indonesia di 21 negara sahabat dalam pelayaran lintas benua sejak tujuh bulan lalu.

Resepsi di atas geladak kapal yang merupakan puncak acara, diantaranya dihadiri komandan angkatan laut, Laksamana Gerald Talarico, komandan militer, Letjen Sandro Satrono di samping pejabat sipil, serta tokoh agama dan para Konsul Kehormatan negara-negara lain di Cagliari, Sardenia.

Iringan drum band Gita Taruna yang membuka resepsi dengan lagu kebangsaan Italia dan Indonesia membuat suasana hikmat di atas kapal dan di tepi dermaga yang dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan atraksi budaya dan kapal Dewaruci.

Dalam sambutannya, Dubes Oemar mengatakan Dewaruci bukan hanya sebagai kapal latih TNI AL, tetapi juga duta budaya Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan kekayaan tradisi dan budaya yang tercermin dari berbagai tampilan tari, musik, makanan, pakaian, yang menjadi suguhan utama malam itu.

Kehadiran Dewaruci di Sardenia tahun ini, diharapkan akan semakin mendekatkan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Italia serta memperkuat hubungan bilateral kedua negara, terutama dalam bidang kebudayaan dan pariwisata.

Untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Sardenia yang ingin mengenal KRI Dewaruci, jadwal pelayaran Dewaruci ke Alexandria, Mesir ditunda menjadi hari ini14 September.



untaianberita

No comments:

Post a Comment