YOU CAN GET ALL

Saturday, 21 August 2010

PKT dirikan perusahaan patungan pupuk

JAKARTA: PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menggandeng PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV dan PTPN V membentuk perusahaan patungan untuk pembangunan pabrik pupuk NPK dengan nilai investasi sekitar US$50 juta.

Penandatanganan perjanjian usaha patungan ini diteken oleh Direktur Utama PKT Hidayat Nyakman, Direktur Utama PTPN IV Dahlan Harahap dan Direktur Utama PTPN V Fauzi Yusuf, di Gedung Plasa PKT hari ini.

Ketiga perseroan sepakat untuk mendirikan perusahaan patungan yang rencananya diberinama PT Pupuk Agro Nusantara. Komposisi kepemilikan saham yakni PKT 51%, PTPN IV 34% dan PTPN 15%.

Pabrik pupuk NPK yang akan dibangun di Medan ini memiliki kapasitas produksi 200.000 ton per tahun. Pabrik baru ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk majemuk untuk sektor perkebunan di kawasan Sumatra, khususnya untuk kebutuhan PTPN sendiri. Proyek ini diharapkan mulai dibangun pada Desember 2010.

Hidayat Nyakman menuturkan pembangunan pabrik di Medan ini sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan yakni mengembangkan produk NPK serta memperluas pangsa pasar di sektor perkebunan.

"PKT berharap dapat menangkap potensi pasar yang ada di daerah Sumatra Utara dan Riau, khususnya untuk sektor perkebunan. Kebutuhan pupuk di Sumatra sanga tinggi. Sinergi ini memberi keuntungan bagi seluruh pihak," katanya.

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan pabrik NPK tersebut berada di kawasan industri Medan. Dipilihnya kawasan tersebut karena didukung oleh infrastruktur yang lengkap untuk menunjang selama proyek pembangunan maupun kegiatan operasional pabrik.

Selain itu, lokasinya pun berdekatan dengan pelabuhan dan konsumen utama dari pupuk NPK itu sendiri yakni perkebunan kelapa sawit, karet dan kakao.

"Kemampuan PKT mengelola pabrik NPK dengan teknologi fused granulation tidak diragukan lagi. Kami berharap sinergi ini langkah awal, ke depan bila perlu produk hilir crude palm oil dikembangkan bersama, kami siap untuk itu," jelasnya.

Dengan mengusung teknologi fused granulation, setiap butir produk yang dihasilkan telah mengandung tiga unsur hara yang dibutuhkan tanaman yakni Nitrogen, Phospor dan Kalium.

"3 faktor tepat yang selama ini jadi kendala pemupukan yakni tepat waktu, tepat dosis dan tepat jenis, diharapkan teratasi dengan sinergi pembangunan pabrik NPK ini," kata Dahlan Harahap.

PKT saat ini telah memiliki produk NPK Pelangi yang diproduksi dengan metode mechanical blending dengan total kapasitas produksi 350.000 ton.

Pembangunan pabrik pupuk NPK di Medan ini menjadi bagian dari langkah PKT membangun kapasitas produksi pupuk majemuk hingga 1 juta ton per tahun hingga tiga tahun ke depan. Baru-baru ini, PKT meresmikan produksi perdana pupuk NPK dari dua unit pabrik yang dibangun dengan investasi sebesar US$ 14,2 juta, di Bontang, Kalimantan Timur. (sut)

Oleh: Siti Munawaroh


No comments:

Post a Comment