YOU CAN GET ALL

Sunday, 22 August 2010

Catatan Nol Kilobyte Ramaditya dan Sisi Gelap Seorang Jedi

untaianberita



ilustrasi (ist.)
Jakarta - Catatan perjalanan dan prestasinya sempat membuat banyak orang kagum. Ia jadi contoh seorang Indonesia yang mampu untuk meraih prestasi di tingkat internasional. Tapi bagaikan bangunan di atas pasir, perlahan-lahan ia ambruk terkikis laut.

Namanya adalah Eko Ramaditya Adikara, sosok yang belakangan kembali banyak dibicarakan. Kali ini bukan karena sukses melakukan sesuatu, tapi karena pria dengan panggilan Rama itu berani melakukan 'pengakuan dosa' kepada publik.

Pengakuan Rama tersebar di banyak tempat, mulai dari situs komunitas game KotakGame, forum online Kaskus dan tentunya di blog pribadinya. Banyak pihak pun sudah membicarakan pengakuannya, terutama di Twitter --pusat keramaian internet saat ini.

Intinya, dalam pernyataannya tersebut, Rama mengakui bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam pembuatan soundtrack untuk game --baik secara legal maupun tidak legal. Klaim sebagai seorang komposer musik dan sound engineer bagi game ini adalah salah satu catatan prestasi Rama yang sempat banyak membuat kagum.

"Saya berharap pencabutan klaim beserta statement di atas dapat menjadi acuan masyarakat dan media, agar ke depan tidak lagi memberitakan mengenai status saya sebagai komposer musik game Jepang. Secara pribadi, saya mohon maaf kepada masyarakat umum, media, komunitas, dan developer game tercantum atas kesalahan saya ini," sebut Rama dalam email yang diterima detikINET.



"Fear is the path to the dark side. Fear leads to anger. Anger leads to hate. Hate leads to suffering." (Master Yoda - Star Wars)

Secara pribadi, sosok Rama bukanlah seorang yang 'jahat'. Mereka yang mengenalnya tentu tahu, pria yang kerap hadir ke sebuah event dengan berkostum Jedi Knight lengkap dengan Lightsaber-nya itu selalu nampak rendah hati dan lembut tutur-katanya.

Perkenalan detikINET dengan Rama dimulai pada seputaran 2006. Ia merupakan salah satu dari penulis aktif di Yayasan Mitra Netra, semangatnya dalam membuat tulisan dan artikel dengan tema teknologi membuat kami tertarik menggandeng Rama sebagai kontributor.

Minat Rama pada dunia game pun sering muncul dalam tulisan-tulisannya. Ketika itu ia tidak dikenal sebagai 'komposer musik game', namun hanya seorang penulis dari Yayasan Mitra Netra yang menggemari dunia game dan musiknya.

Bagaikan seorang Jedi dalam mitologi Star Wars, godaan untuk memasuki 'dark side' memang akan selalu ada. Agaknya, dan ini sepenuhnya hanya dugaan penulis saja, itulah yang kemudian terjadi pada Rama.

Sesuai dengan mitologi karangan George Lucas itu, mereka yang merangkul 'sisi gelap' bisa mendapatkan kekuatan yang besar. Namun apakah kekuatan itu setara dengan pengorbanan yang dilakukannya?

Pada akhirnya, satria Jedi yang tersesat ini agaknya sadar. "Maka, kalau diizinkan, saya harap kasus ini selesai sampai di sini. Jujur teman-teman, saya merasa lelah sekali fisik maupun mental karena kasus ini, apalagi kalau menyadari bahwa selama ini saya sudah banyak berbuat kesalahan. Mohon izinkan saya untuk istirahat dan melanjutkan kehidupan saya," tandas Rama dalam emailnya.



Catatan Nol Kilobyte ini dibuat untuk mencoba memberi sudut pandang tambahan pada kisah Ramaditya. Semoga lewat kisahnya, kita semua dapat meraih pelajaran tentang kejujuran dan lebih baik lagi: tentang kebesaran hati.

Marilah saling memaafkan, betapapun besarnya kesalahan yang telah diperbuat. Mari kembali ke Nol Kilobyte.



Catatan Nol Kilobyte adalah lintasan pemikiran dari Wicak Hidayat, Managing Editor / Redaktur Pelaksana detikINET.com. Opini ini merupakan pendapatnya pribadi dan tidak mencerminkan pendapat institusi tempatnya bekerja.


Penulis: Wicak Hidayat - detikinet

No comments:

Post a Comment