YOU CAN GET ALL

Saturday, 21 August 2010

9 perusahaan bentuk Forum IPTV

Industri IPTV (televisi berbasis protokol internet) diproyeksi bakal membludak. Beberapa perusahaan besar telekomunikasi dan TI (teknologi informasi) kini berinisiatif membentuk forum terbuka, Open IPTV Forum, untuk mengembangkan standar IPTV.

Mereka adalah AT&T, Ericsson, France Telecom, Panasonic, Philips, Samsung, Siemens, Sony dan Telecom Italia.

Open IPTV Forum, seperti dilansir Vnunet yang dikutip dtknet, Kamis lalu menyebutkan, sedianya akan difokuskan untuk mengembangkan standar baru IPTV dan mengkolaborasikan teknologi yang ada saat ini, agar pekerjaan lebih efisien.

Tujuannya untuk menghasilkan standar penuh IPTV, sehingga bisa digunakan semua manufaktur untuk mencapai interoperabilitas sepenuhnya. Pembentukan forum itu juga sebagai bagian dari langkah mengantisipasi ancaman IPTV dari situs internet TV berbasis Web 2.0 seperti YouTube.

“Banyak sekali pihak yang mengemukakan bahwa IPTV akan berumur pendek, karena banyaknya persaingan seperti dari Google, Yahoo, Joost dan Babelgum,” ujar Annelise Berendt, senior analis di Ovum.

Kami percaya, lanjut Berendt, akan ada tempat bagi IPTV dan TV internet karena yang dibidik adalah segmen konsumen tertentu.

Lebih lanjut standar pertama yang akan dibahas adalah mengenai IP Multimedia Subsystem dan Digital Living Network Alliance. Namun demikian, soal perlindungan konten, antar muka jaringan yang terkelola dan interoperabilitas dengan perangkat konsumer ritel, juga akan dipertimbangkan.
Sementara itu, industri IPTV diperkirakan juga akan terus mengalami peningkatan. Jumlah pelanggan IPTV diprediksi akan tumbuh dua kali lipat setiap tahunnya dari 2005 hingga 2009.

Dua kali lipat

Sebanyak 68,9 juta pelanggan diperkirakan akan tercapai hingga 2009. Demikian hasil studi terbaru yang dilakukan perusahaan riset pasar Infonetics, seperti dikutip dari Vnunet.

Dari kacamata bisnis, pendapatan dari layanan IPTV dan belanja modal (capital expenditure) penyedia layanan diperkirakan akan melonjak drastis. Penjualan perangkat IPTV sendiri diprediksi tumbuh hingga USD 6.8 miliar (sekitar Rp 62 triliun) pada tahun 2009, dari USD 371 juta (sekitar Rp 3,3 triliun) pada tahun 2005.

Masih menurut penelitian, ada banyak tantangan yang akan muncul sebelum IPTV menjadi mainstream. Semua rintangan diharapkan bisa diselesaikan secepatnya.

“IPTV masih dalam tahap pertumbuhan, penyedia layanan masih getol melakukan berbagai percobaan. Namun sampai saat ini belum ada wacana bahwa IPTV akan menjadi mainstream,” tutur Jeff Heynen, pemimpin riset.

Masih menurut Heynen, satu-satunya yang dipertanyakan adalah soal timeline. “Penyebaran IPTV sendiri ternyata jauh lebih kompleks dari yang diprediksikan,” ujar Heynen. “Hambatan dari sisi teknik kemungkinan bisa diatasi, tapi masalah pengaturan (regulatory) lebih sulit diprediksi,” tandasnya lagi.

Di satu sisi, pembuat peraturan berkutat pada konteks bagaimana memperlakukan dan mengatur layanan IPTV. Di lain sisi, pemilik konten sibuk mempertanyakan bagaimana caranya bisa mengail banyak untung dari pasar IPTV.

Secepat apa penyebaran IPTV? “Kecepatannya akan bergantung pada regulator dan pemain industri IPTV itu sendiri,” simpul Heynen. ndtknet/zal

No comments:

Post a Comment