YOU CAN GET ALL

Wednesday, 22 June 2011

Ikada News

Ikada News


Survei Mengatakan Bosan Penyebab Utama Selingkuh

Posted: 22 Jun 2011 01:50 AM PDT

IkadaNews - Setelah menikah dalam waktu lama, hubungan pernikahan yang mulai hambar seringkali tak disadari pasangan. Tak jarang, banyak yang lantas mencari pelarian dengan berselingkuh.
Survei yang dilakukan Pew Research Center menemukan, 40 persen responden di Amerika Serikat menyatakan perkawinan adalah lembaga yang sudah usang dan sumber kebosanan. Studi terbaru terhadap pasangan usia 18-29 menemukan, pasangan kini lebih mementingkan menjadi orangtua yang baik, daripada memiliki perkawinan yang baik.

Studi menyebut, sebuah perkawinan yang mulai goyah ditandai dengan perasaan biasa di antara pasangan, gairah menurun dan konflik yang rendah, namun disertai rasa puas yang rendah pula.
"Pada perkawinan yang terasa hambar, stabilitas yang ada terasa salah dan tidak nyaman. Anda akan merasa ada hal yang serius dalam perkawinan walaupun tak ada konflik besar," ujar Pamela Haag, penulis buku 'Marriage Confidential: The Post-Romantic Age of Workhorse Wives, seperti dikutip dari Shine.

Kebosanan merupakan musuh utama dalam tiap perkawinan. Survei terhadap  3.341 orang yang dilakukan Kristen Mark of The Kinsey Institute for Research Sex, Gender and Reproduction menemukan, 25 persen pasangan yang terikat pernikahan monogami mengakui berada diambang kebosanan.

"Kebosanan pada dasarnya seperti kuman yang menyerang sistem kekebalan hubungan," kata Ian Kerner, pendiri Good in Bed dan penulis buku 'Love in the time of Colic: A New Parents' Guide to Getting It On Again'.
"Bukan sebuah kebetulan, satu dari lima orang yang setia pada pasangan didera rasa bosan," ujar Kerner.

Dari survei ditemukan, sebagian besar wanita yang berada dalam pernikahan hambar mengaku merasa kesepian. Sedangkan pria mengaku 'terperangkap'. "Terkadang, pernikahan terasa membosankan karena kita menetapkan standar yang terlalu tinggi, bahwa pernikahan akan memberi hal yang banyak dalam pernikahan."

Sehingga, ucap Haag, banyak pasangan yang terjebak dengan harapan dan romantisme pasca pernikahan. Saat mengalami bosan dalam pernikahan, mereka lebih memilih berselingkuh karena lebih menantang.

Untuk menghindari perceraian, Haag menekankan agar pasangan suami istri tidak terjebak dalam stereotipe pernikahan tradisional. Pasangan sebaiknya tekun mengeksplorasi sebuah perkawinan yang paling cocok di antara hubungan melankolis dan perceraian.

"Mulailah menjalani hidup perkawinan yang berbeda. Keluarlah dari kotak yang selama ini dianggap benar. Bisa jadi mengubah cara pengasuhan anak atau hubungan kalian."

Bila telah mencoba dan tak berhasil, mungkin saatnya Anda bersabar. Karena, bisa jadi pasangan dan anak menjadi lebih bahagia.

Sumber

Alasan Cowok Lebih Awal Ungkapkan Cinta

Posted: 22 Jun 2011 01:45 AM PDT

IkadaNews - Bagi pria, terburu-buru mengungkapkan perasaan cinta pada wanita, ternyata bisa jadi bumerang. Pria memang cenderung lebih dulu mengatakan ' I love you', tetapi waktu yang tepat juga harus jadi pertimbangan.

Itu karena menurut penelitian yang dilakukan tim dari Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat, pria terlalu cepat mengungkapkan perasaan cinta, cenderung tidak dapat dipercaya. Juga diketahui, wanita lebih ingin pria menunggu mengungkapkan cinta, saat hubungan sudah dalam tahap serius.

Dari penelitian diketahui, pria mulai memikirkan untuk mengungkapkan perasaan cinta setelah 97,3 hari menjalani hubungan, enam minggu lebih awal dari wanita. Penelitian yang dipublikasi dalam Journal of Personality and Social Psychology ini melibatkan 45 pria dan wanita.

Eksperimen lain menunjukkan, pria merasa paling bahagia saat mendengar ungkapan 'aku cinta kamu' di awal-awal hubungan. Walapun, pria yang biasanya mengungkapkan perasaan cinta lebih dulu, tetapi menurut penelitian justru wanita lebih dulu membuka topik untuk membicarakannya.

Tetapi soal menanyakan pasangan tentang hubungan yang sedang berlangsung dan sebelumnya, memang cenderung lebih dulu dilakukan pria, yaitu 61,5 persen dari waktu yang telah dijalani bersama. Hal ini tak berarti pria lebih terbawa perasaan atau cengeng.

Sebaliknya, bagi sebagian pria, melihat 'deklarasi cinta' sebagai tanda seorang wanita ingin tidur dengan mereka. Lalu, mengungkapkannya terlalu lama, bisa jadi adanya kemungkinan  mereka takut komitmen dan tidak siap menjalani hubungan.

Sedangkan wanita, enggan untuk mempercayai pria yang mengatakan 'aku cinta kamu' terlalu cepat. Hal ini mungkin karena mereka cenderung merasa takut kehilangan.

"Keyakinan mungkin tidak mencerminkan realitas romantis. Ketika ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan, baik pada masa lalu dan saat sekarang, pria memang cenderung mengungkapkan perasaan cinta lebih dulu," kata peneliti seperti dikutip dari Daily Mail.

Peneliti juga mengungkap salah satu alasan penting pria mengakui cinta lebih awal dari wanita. Itu karena pria kemungkinan memiliki keinginan kuat memotivasi aktivitas seksual pada awal hubungan.

Sumber

5 Pertanyaan Cowok Paling Dibenci Cewek

Posted: 22 Jun 2011 01:43 AM PDT

IkadaNews - Perlu senyawa cinta atau chemistry untuk membangun sebuah hubungan asmara yang harmonis. Kekuatan 'ajaib' yang bisa mengesampingkan keburukan pasangannya. Senyawa itu bisa muncul tanpa alasan yang bisa diterjemahkan. Namun, tak jarang juga lenyap karena hal sepele.

Lima pertanyaan berikut bisa membuat wanita mendadak hilang rasa di tengah senyawa yang sedang terbangun, mengalahkan rasa kagum atas ketampanan atau kepintaran si pria:

1. Bolehkah menciummu?Sejumlah wanita bisa hilang rasa (ilfil) saat mendengar pertanyaan itu meluncur dari mulut pria yang dikencaninya. Pertanyaan itu hanya akan membuat pria seperti sosok anak kecil yang sedang berkencan. Wanita cenderung lebih suka mendapat ciuman dalam suasana yang lebih natural dan spontan seiring kedekatan hubungan.

2. Maukah kencan bersamaku?Wanita juga cenderung tak suka dengan pertanyaan semacam itu. Mereka cenderung lebih tertarik pada pria yang percaya diri dengan kalimat-kalimat ajakan kencan yang tak terlampau terang-terangan. "Aku ingin mengajakmu makan malam atau jalan-jalan. Kapan ada waktu?"



3. Apa kamu tertarik padaku? Pria seharusnya tak menanyakan hal semacam itu secara gamblang. Pertanyaan itu hanya akan menunjukkan bahwa ia seorang pria yang tak cukup punya rasa percaya diri. Pria yang bisa membaca sinyal-sinyal wanita lebih menarik di mata wanita.

4. Mengapa tak membalas pesanku?Wanita cenderung alergi dengan pertanyaan semacam itu. Secara tak langsung, pertanyaan macam itu yang sudah terlontar di awal kencal bisa terbaca sebagai 'kekangan'. Wanita tak suka dikekang. Mendapat pertanyaan semacam itu akan membuat wanita sudah terikat.

5. Berapa pria yang pernah mesra denganmu? Pertanyaan semacam itu bisa membuat wanita seperti seorang yang murahan. Jika ingin tahu siapa saja pria yang pernah dekat dengannya, wanita cenderung lebih suka trik bercerita panjang lebar seiring kedekatan yang semakin intim.

Sumber

kisah Seram Pemenggal Kepala di Arab Saudi

Posted: 22 Jun 2011 12:33 AM PDT

IkadaNews - Qisas merupakan salah-satu bentuk hukuman dalam Islam, yang berarti pelaku kejahatan dibalas setimpal seperti perbuatannya. Kalau dia membunuh, maka hukumannya dibunuh; bila dia memotong anggota tubuh korbannya, maka anggota tubuh si penjahat juga dipotong.

Qisas inilah yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Barat, yaitu Ruyati binti Satubi, yang pada Sabtu (18/6) lalu dipenggal kepalanya karena terbukti telah membunuh majikan perempuannya. Qisas sudah banyak diketahui umum, namun bagaimana kehidupan orang yang menjalankan eksekusi qisas, baru sedikit yang terungkap. Salah satu yang pernah terungkap adalah kisah dari Muhammad Saad al-Beshi.

Di Arab Saudi, nama Beshi cukup terkenal. Maklum saja, pria yang kini berusia sekitar 50 tahun ini merupakan seorang eksekutor andal yang dipekerjakan secara khusus oleh pemerintah Arab Saudi.

Beshi, yang direkrut jadi eksekutor sejak 1998, mengaku bangga dengan pekerjaannya itu. Bukan hal yang menakutkan baginya meski harus menjalankan perintah memenggal kepala para terpidana mati, tak terkecuali wanita.

"Saya memang menentang kekerasan terhadap perempuan. Namun, jika semua perintah (pemenggalan) datangnya dari Tuhan, saya harus melaksanakannya. Saya bangga bisa melakukan pekerjaan untuk Tuhan," ujar Beshi seperti dikutip harian Arab News.

Berdasarkan hukum Islam yang berlaku di Arab Saudi, hukuman mati pantas diberlakukan untuk seorang pembunuh, pemerkosa, penyelundup narkoba, perampokan bersenjata dan pengguna narkoba.

Selain diminta memenggal kepala tahanan, tak jarang Beshi juga diminta menembak mati tahanan perempuan. "Semua tergantung permintaan. Kadang mereka menyuruh saya menggunakan pedang, kadang pula dengan senjata api. Namun, seringkali saya memakai pedang," ujarnya.

Ketika diwawancarai, Beshi bekerja sebagai eksekutor di penjara Taif. Di antara tugasnya di sana, ia harus memborgol dan menutup mata tahanan yang menghadapi hukuman mati. Pernah, dalam sehari ia memenggal 10 kepala terpidana mati.

Betapapun kuat mental Beshi, toh ia mengakui bahwa ketika pertama kali menjadi eksekutor di Jeddah, ia sangat gugup. Pasalnya, banyak orang yang menyaksikan eksekusi itu. Namun, kini Beshi telah mampu mengatasi "demam panggung"-nya.

"Tahanan saat itu diikat dan ditutup matanya. Dengan sekali tebas pakai pedang, saya memisahkan kepalanya, yang jatuh menggelundung beberapa meter jauhnya," kenang Beshi tentang pemenggalan pertama yang dilakukannya.

Kala itu, banyak saksi yang muntah usai menyaksikan pemenggalan tersebut. Beshi mengaku tidak tahu mengapa mereka ikut menyaksikan "penjagalan" kalau tak tahan.

Meski menjadi penjagal kelas wahid di negaranya, Beshi menyebut tak ada orang yang takut dengan dirinya. "Saya tetap memiliki banyak saudara dan teman, terutama di masjid. Saya juga memiliki kehidupan normal seperti kebanyakan orang. Tidak ada masalah dengan kehidupan sosial saya," tegasnya.

Pedang yang digunakannya merupakan hadiah dari pemerintah Arab Saudi. Tak lupa ia selalu mengasah mata pedangnya agar tetap tajam. Bahkan anak-anaknya selalu membantunya membersihkannya.

"Banyak orang terkesan dengan ketajaman pedang ini, yang bisa memisahkan kepala dari badan," ujar Beshi blak-blakan.

Beshi tak mau mengungkap berapa ia dibayar pemerintah sebagai eksekutor karena hal itu merupakan kesepakatan yang harus dirahasiakan. Namun, ia menekankan bahwa gaji tidaklah penting. "Saya sudah sangat bangga bisa menjalankan perintah Tuhan," tandasnya.

Meskipun begitu, Beshi menyebut harga sebuah pedangnya sekitar 20.000 Riyal (sekitar Rp 56 juta).

Sebelum melaksanakan tugasnya, Beshi selalu menemui keluarga korban kejahatan, dan meminta agar mereka memaafkan si terpidana. Dan ketika berada di tempat eksekusi, satu-satunya pembicaraan Beshi dengan terpidana hanyalah permintaan Beshi agar si terpidana terus membaca kalimat syahadat sampai detik-detik terakhir sebelum dipenggal.

"Ketika masuk ke dalam ruang eksekusi, ketabahan para tahanan seolah menjadi runtuh. Lalu saya membaca perintah eksekusi dan begitu ada tanda, saya menebas kepala terpidana," imbuhnya.

Sebagai senior di bidang "penjagalan", Beshi juga diminta untuk menyiapkan penerusnya. Ia kini tengah melatih anak laki-lakinya Musaed untuk menjadi seorang eksekutor andal.

"Saya berhasil melatih anak saya sebagai seorang eksekutor. Ia menerimanya, dan bahkan sudah terpilih untuk menggantikan saya suatu saat," ujar Beshi bangga.

Biasanya latihan yang dijalankannya adalah bagaimana cara memegang pedang dan tempat di mana mengayunkan mata pedang ke sasaran. Tak jarang ia juga harus melakukan amputasi tangan atau kaki terpidana yang terbukti mencuri.

"Saya biasa menggunakan pisau khusus yang sangat tajam untuk amputasi itu, bukan pedang. Ketika mengiris, saya memulainya dari tulang sendi agar mudah," katanya.

Kendati tugasnya bisa dianggap "menyeramkan", toh Beshi memiliki kehidupan yang normal. Ayah dari tujuh anak ini mengaku sebagai sosok pria rumahan dan penyayang. Ketika ditunjuk oleh pemerintah Saudi sebagai eksekutor, Beshi sudah menikah.

Beruntung sang istri tidak mempermasalahkan pilihan profesinya. "Ia hanya menyuruh saya untuk selalu berhati-hati sebelum melibatkan diri," katanya.

Meski demikian, Beshi bersyukur, istrinya tidak takut dengan dirinya. "Keluarga saya penuh kasih sayang dan cinta. Mereka tidak takut meski saya baru pulang dari eksekusi. Bahkan mereka membantu saya membersihkan pedang," tuturnya.

Sumber

No comments:

Post a Comment