Get More Goods

Tuesday, 21 December 2010

PROYEK PLN

untaianberita

LN Siapkan Dua Pembangkit Besar
"Tidak perlu nyogok. Hadiah yang terbaik adalah menyelesaikan proyek ini tepat waktu."
RABU, 22 DESEMBER 2010, 04:59 WIB
Arinto Tri Wibowo, Iwan Kurniawan

VIVAnews - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera membangun dua proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berskala besar di kawasan Riau dan Kalimantan Timur. Kesiapan PLN itu ditandai dengan telah ditandatanganinya nota kerja sama pembangunan PLTU Riau dengan kapasitas 2 x 110 megawatt (MW).

Penandatanganan itu dilakukan oleh Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan, dengan Direktur Utama PT Rekayasa Industri, Moch Ali Suharsono, serta Direktur Utama Hubei Hongyuan Power Engineering Co Ltd, Xia Xiaomin.

Dahlan Iskan juga menandatangani nota kerja sama pembangunan PLTU Kaltim Teluk Balikpapan dengan Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Bambang Tri Wibowo dan Vice PresidentSinohydro Co Ltd, Sheng Yuming. Konsorsium dua kontraktor besar ini akan membangun proyek PLTU Kaltim Teluk Balikpapan dengan kapasitas 2 x 110 MW.

Menurut Dahlan, dua konsorsium menyatakan kesanggupannya untuk dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek tepat waktu. "Tidak perlu nyogok, tidak perlu kasih uang sepeser pun, tidak perlu hadiah apa pun kepada saya. Hadiah yang terbaik adalah menyelesaikan proyek ini tepat waktu," kata Dahlan dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Pembangunan PLTU Riau dengan kapasitas 2 x 110 MW yang akan dibangun di Kawasan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan, Kotamadya Pekanbaru, Provinsi Riau itu diperkirakan menyerap dana US$150,16 juta dan Rp1,31 triliun.

Pendanaannya berasal dari anggaran PLN dan Asosiasi Bank Daerah (Asbanda). Pengerjaan proyek ini akan berlangsung selama kurang lebih 30 bulan untuk unit I, menyusul unit II yang akan dikerjakan setelah kontrak berlaku efektif yakni sejak tanda tangan kontrak dan serah terima lahan selesai.

Sedangkan untuk PLTU Kaltim Teluk Balikpapan yang akan dibangun di Desa Teluk Waru, Kecamatan Teluk Balikpapan, Kotamadya Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur itu diperkirakan membutuhkan dana sebesar US$150,9 juta dan Rp1,15 triliun dengan sumber pendanaan dari anggaran PLN dan Asbanda.

Konsorsium proyek PLTU Kaltim menargetkan 30 bulan untuk pembangunan unit I dan 33 bulan untuk unit II setelah kontrak efektif sejak tanda tangan kontrak dan serah terima lahan.

• VIVAnews

No comments:

Post a Comment