YOU CAN GET ALL

Monday, 13 December 2010

Kisah Lama Muncul Kembali

untaianberita

Senin, 13/12/2010 22:02 WIB
Kisah Cinta Terlarang Aurelie Moeremans Masih Berlanjut
Komario Bahar - detikhot

Gambar
Aurelie (fakhmi/detikhot)
Jakarta Masih ingat dengan kisah cinta terlarang artis pendatang baru Aurelie Moeremans? Rupanya kisah itu belum berakhir meski beberapa waktu lalu Aurelie mengaku sudah berdamai dengan orangtuanya.

Lanjutan kisah tersebut dipaparkan oleh ayah bintang film 'D'Love' itu, Jean Marc. Jean menggelar jumpa pers di apartemennya di Kawasan Semanggi, Jakarta, Senin (13/12/2010).

Jean masih menduga anaknya dicuci otak oleh Roby Tremonti, kekasih Aurelie. Namun tuduhan itu sudah pernah dibantah Roby, menurutnya kisah cinta mereka berdua adalah tulus tanpa embel-embel cuci otak.

Selama ini, Jean bersama istrinya telah berusaha keras menjauhi anaknya dengan Roby. Mereka pun sudah melibatkan dua institusi, yaitu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Namun usahanya itu belum membuahkan hasil.

Bahkan Jean menduga Komnas PA yang dipimpin Kak Seto tidak memberikan batuan sedikit pun untuk menjauhkan putrinya dari Roby. Malah Komnas PA menuduh dirinya melakukan eksploitasi anak.

"Intinya walaupun telah dilakukan pengaduan, namun sejauh ini tidak ada tindakan dari Kak Seto. Itu yang menjadi permasalahannya. Iya bisa dikatakan begitu (Kak Seto memihak ke Roby) karena tidak adanya penyelesaian dan tindak lanjut yang diharapkan," jelas Jean.

Sampai saat ini, lajut Jean, anaknya masih bersikap aneh. Salah satunya anaknya menjadi pembantah. Hal itu ia duga atas pengaruh Roby.

"Salah satunya yang tadinya dia anak periang, setelah berhubungan dengan Roby adanya perubahan radikal seperti melarang Aurelie bertemu dengan teman-temannya. Dia jadi tidak lagi berhubungan dengan dunia luar. Dia mengurung diri dan melakukan apa-apa, yang tadinya riang menjadi pemurung," papar Jean.

Maka itu Jean berniat untuk melaporkan Roby ke polisi. "Ada niatan untuk ke situ," jelas jean.

(ebi/ebi)

No comments:

Post a Comment