YOU CAN GET ALL

Tuesday, 14 December 2010

Banjir Dana Asing 5,19 T

untaianberita

Selasa, 14/12/2010 18:55 WIB
Dana Asing Rp 5,19 Triliun Banjiri RI Dalam Sepekan
Herdaru Purnomo - detikFinance

Jakarta - Selama pekan kedua Desember 2010, dana asing kembali mengalir deras ke Indonesia. Jumlahnya mencapai Rp 5,19 triliun dan membanjiri pasar keuangan Indonesia.

Demikian hasil Operasi Pasar Terbuka (OPT) pekan kedua Desember 2010 yang disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah melalui pesan elektroniknya di Jakarta, Selasa (14/12/2010).

"Setelah beberapa pekan sebelumnya investor asing cenderung melakukan aksi wait and see, antara lain dengan mengurangi kepemilikannya pada aset domestik, pada pekan kedua Desember 2010 justru sebaliknya. Investor asing mulai menempatkan kembali dananya pada instrumen rupiah," tutur Difi.

Dikatakan Difi, positifnya perkembangan bursa global mempengaruhi kinerja bursa domestik. IHSG menguat hingga 1,39% dari level 3696,26 menjadi 3747,71. Perkembangan ini mendorong semakin aktifnya investor asing pada transaksi bursa domestik.

"Selain tercermin dari angka net beli asing di saham yang mencapai Rp 4,28 triliun, hal ini juga terlihat dari total transaksi asing yang mencapai 33,51% dari total transaksi bursa dalam negeri," ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Difi, keputusan European Central Bank (ECB) mempertahankan suku bunga pada level 1%, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi bertahannya preferensi investor asing pada emerging market, seperti yang tercermin dari peningkatan kepemilikan surat utang negara (SUN) asing dan terjadinya net beli saham asing.

"Selama sepekan, SUN asing naik sebesar Rp 1,7 triliun hingga meningkatkan pangsa SUN asing dari 30,26% menjadi 30,58%," imbuh Difi.

Selain tercermin dari transaksi bursa, pengaruh positif perekonomian global juga terlihat dari perkembangan pasar SUN yang cenderung membaik.

Pada peken kedua Desember 2010, harga rata-rata mingguan SUN naik 39,49 bps setelah beberapa pekan sebelumnya terus terkoreksi. Tingkat volatilitas harga pun menurun, yang ditandai dengan penurunan angka VaR harga SUN dari 0,614% menjadi 0,613%.

"Perkembangan ini mendorong asing kembali meningkatkan kepemilikan atas SUN hingga meningkatkan pangsanya dari 30,58% menjadi 30,96%," tukas Difi.

No comments:

Post a Comment