YOU CAN GET ALL

Tuesday, 14 September 2010

3 Perakit Sukhoi dari Rusia Meninggal Karena Minuman Keras

untaianberita

Posted in Berita Utama by Redaksi on September 15th, 2010

Jakarta (SIB)
Tiga anggota tim perakit Sukhoi SU 27 SKM dari Rusia meninggal dunia. Dari informasi yang didapat TNI AU dari penerjemah mereka, ketiganya diduga tewas akibat menenggak minuman keras.
“Informasi yang kami terima dari penerjemah, Savanoc yang terakhir meninggal itu mengaku diberi minuman keras oleh Alexander, rekannya yang meninggal lebih dulu,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Bambang Samoedro kepada detikcom, Selasa (14/9).
Namun Bambang tidak mengetahui minuman jenis apa yang diberikan oleh Savanoc pada kedua rekannya hingga berakibat fatal. “Mungkin karena budaya mereka kan minum minuman keras,” jelas dia.
Bambang menjelaskan ketiga orang Rusia tersebut bukan personel militer Rusia, tetapi tim dari pabrikan Sukhoi di Rusia yang bertanggung jawab merakit dan mempersiapkan Sukhoi hingga layak tempur. Namun belum diketahui apakah Rusia akan mengirim pengganti ketiganya.
“Untuk itu kami belum tahu. Tapi sebelum diserahkan ke Kemhan dan siap terbang, itu masih tanggung jawab mereka,” terang jenderal bintang satu ini.
Tiga anggota tim perakit Sukhoi dari Rusia yang tewas adalah Savanoc, Alexander dan Voronim. Mereka bertugas mengawasi perakitan dua dari tiga jet Sukhoi yang dipesan TNI AU hingga siap tempur.
Polisi Temukan Obat-obatan dari Rusia di Kamar Korban
Polisi masih menyelidiki sebab-sebab kematian 3 perakit pesawat Sukhoi asal Rusia di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat melakukan olah TKP, polisi menemukan sejumlah obat-obatan kesehatan yang dibawa korban dari negara asalnya.
“Kita juga menemukan muntahan korban di kamarnya di mess Lanud Sultan Hasanuddin,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Kombes Hery Subiansauri, di RS Bhayangkara.
Namun Herry tidak menjelaskan lebih detil nama dan jenis obat-obatan tersebut. Menurutnya, hal tersebut masih dalam penyelidikan petugas labfor.
“Tim dokter dari Rusia juga berencana datang ke Makassar untuk ikut melakukan investigasi. Tapi kapan waktunya, masih belum ada kepastian,” ungkap Herry.
Hery menambahkan, sampai saat ini jenazah ketiga perakit Sukhoi itu masih berada di RS Bhayangkara. Pemulangan ketiga jenazah tersebut sepenuhnya akan ditangani pihak Lanud Sultan Hasanuddin dan Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.
Alat Forensik Polda Sulselbar Rusak, Sampel dari Tubuh Korban Dibawa ke Jakarta
Proses otopsi terhadap 3 jenazah perakit Sukhoi mengalami kendala karena alat laboratorium forensik di RS Bhayangkara Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) rusak. Sejumlah sampel yang diambil dari korban pun akhirnya dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Johny Waenal Usman, usai menengok ketiga jenazah korban di kamar mayat RS Bhayangkara Polda Sulselbar, Jl Mappaodang, Makassar, Selasa (14/9).
“Saya diberitahu kepala bagian forensik bahwa peralatan di Laboratorium Forensik RS Bhayangkara rusak. Karena itu sejumlah sampel korban, berupa cairan lambung, muntahan, dan obat-obatan, akan dikirim ke Puslabfor Mabes Polri,” ujar Johny.
Namun demikian, Johny masih belum bisa memastikan kapan hasil otopsi bisa diketahui. Dia berharap semua pihak bisa bersabar.
Sekadar diketahui, 3 anggota tim perakit Sukhoi dari Rusia yang tewas adalah Savanoc, Alexander dan Voronim. Mereka bertugas mengawasi perakitan dua dari tiga jet Sukhoi yang dipesan TNI AU hingga siap tempur.
Dugaan awal, ketiganya tewas usai mengkonsumsi minuman keras. Namun saat melakukan olah TKP, polisi juga menemukan sejumlah obat-obatan kesehatan yang dibawa korban dari negara asalnya.
Kapolda Sulselbar: Tidak Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Korban
Kasus kematian 3 perakit pesawat Sukhoi asal Rusia di Makassar masih dalam penyelidikan kepolisian. Hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah ketiga korban.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan di mayat korban,” kata Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Irjen Pol Johny Waenal Usman, usai menengok jenazah ketiga korban di kamar mayat RS Bhayangkara, Jl Mappaodang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (14/9).
Dalam kesempatan itu Johny juga menyinggung soal pemulangan jenazah ketiga warga negara Rusia itu. Menurut Johny, hal tersebut sepenuhnya kewenangan pihak Pangkalan Udara TNI AU Sultan Hasanuddin dan Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.
Sekadar diketahui, 3 anggota tim perakit Sukhoi dari Rusia yang tewas adalah Savanoc, Alexander dan Voronim. Mereka bertugas mengawasi perakitan dua dari tiga jet Sukhoi yang dipesan TNI AU hingga siap tempur.
Dugaan awal, ketiganya tewas usai mengkonsumsi minuman keras. Namun saat melakukan olah TKP, polisi juga menemukan sejumlah obat-obatan kesehatan yang dibawa korban dari negara asalnya. (detikcom/y)

No comments:

Post a Comment