YOU CAN GET ALL

Saturday, 21 August 2010

Sepeda mesin tanpa jeruji

Foto:Weynes DALAM kehidupan sehari-hari, kata sepeda sudah tak asing di telinga. Ya, sepeda adalah alat transportasi roda dua, yang penggunaannya dengan dikayuh dilengkapi dengan berbagai alat penunjang seperti rem, jeruji, gir, dan lain-lain. Namun, apa jadinya jika sepeda itu dimodifikasi, menjadi menggunakan mesin namun tanpa jeruji? Bisa dibayangkan, bagaimana susahnya mengendarai sepeda itu. Bahkan, kita pun tak pernah kepikiran, jika sepeda semacam itu ada di masyarakat. Jangan salah, kenyataan membuktikan jika sepeda jenis itu ada di kalangan masyarakat.

Sepeda dengan menggunakan mesin pompa air yang telah dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga bisa digunakan. Lebih uniknya lagi, sepeda itu tidak menggunakan jeruji.

Adalah Yahmo Sujamal, warga asal Blora, yang berhasil membuat sepeda modifikasi itu. Dia mengatakan, jika inspirasi pembuatan berawal dari rasa ingin coba-coba. Pasalnya, sejak kecil dia sudah gemar memodifikasi sesuatu.

’’Pada dasarnya saya senang menciptakan atau memodifikasi sesuatu menjadi unik. Ada rasa kepuasan tersendiri, jika kita bisa menghasilkan sesuatu atas hasil karya sendiri,’’ ujarnya.

Ya, sepeda karya Yahmo memang tergolong unik. Dari segi bentuknya sudah terlihat, jika sepeda itu lain daripada yang lain. Beroda dua, dengan satu roda besar melingkari badan sepeda. Tak hanya itu, peralatan yang digunakan pun sederhana, yakni mayoritas besi bangunan.

Dilihat secara sepintas, bentuk sepeda itu seperti sepeda motor. Pasalnya, di sepeda terdapat sepasang spion dan cara menjalankannya pun dengan menekan gas. Maklum, sepeda itu menggunakan mesin.

Akan tetapi, Yahmo tak mau menyebut sepedanya itu sebagai sepeda motor. Pasalnya, mesin yang digunakan bukan mesin motor melainkan mesin pompa air.

’’Sepeda bermesin saja, jangan sepeda motor. Karena mesin yang digunakan itu mesin pompa air,’’ ujarnya.

Yahmo mengaku, jika dia membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk bisa menghasilkan karya sepeda seperti itu. Dan dalam proses pembuatannya, dia mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak.

Pantas saja, dengan hasil modifikasi dan kreativitas yang ditampilkannya itu, Yahmo berhak mendapatkan penganugerahan Museum Rekor Indonesia (Muri) atas predikat Modifikasi Sepeda Bermesin Tanpa Jeruji.

Hal ini, merupakan kelanjutan atas hasil karyanya dulu, yakni Sepeda Unik Tanpa Jeruji (Muri 2009) dan Sepeda Unik Tanpa Rantai dan Tanpa Rem dengan Variasi Terbanyak 6 Variasi (Muri 2007). Akan tetapi, dalam menggunakan sepeda itu diperlukan kehati-hatian dan keseimbangan yang sangat tinggi.

Manajer Muri, Paulus Pangka, mengatakan, jika pihaknya sangat mengapresiasi hasil karya Warga blora tersebut. Menurutnya, hasil modifikasi yang demikian merupakan yang pertama di Indonesia.

’’Sehingga dia pantas untuk mendapatkan penghargaan. Tingkat kreativitasnya sangat bagus. Namun, yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan dan kehati-hatian. Saya saja masih ragu-ragu menaiki sepeda ini. takut jatuh. Biar penciptanya saja dulu,’’ kelakar Paulus. Dewi Manik-Am

No comments:

Post a Comment