YOU CAN GET ALL

Saturday, 21 August 2010

Senjata perampok di Medan bisa dari Aceh

MEDAN: Berikut ringkasan berita ekonomi dan umum terbitan lokal dari Medan dan sekitarnya diantaranya Bank Indonesia Cabang Medan sediakan uang pecahan kecil untuk Sumut dan Aceh, senjata yang digunakan para perampok bisa berasal dari Aceh, polisi mengamankan sembilan warga negara Irak yang masuk dari Tanjung Balai, dan Aceh daerah paling miskin di Sumatra.

UANG PECAHAN: Bank Indonesia Cabang Medan menyediakan uang pecahan kecil senilai Rp9 triliun untuk meladeni masyarakat Sumut dan Aceh. Uang pecahan tersebut sudah disebar ke sejumlah bank dan kantor Bank Indonesia yang ada di Aceh, Pematangsiantar, dan Sibolga. (MedanBisnis)

SENJATA: Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno menduga bisa saja senjata yang digunakan perampok Bank CIMB Niaga Medan berasal dari sisa-sisa senjata di Aceh yang masih ada. “Sumut daerah terbuka. Bisa saja senjata masuk dari mana-mana, termasuk dari Aceh bekas sisa komplik yang diperkirakan masih menyimpan senjata,” ujarnya. (Sinar Indonesia Baru)

IMIGRAN GELAP: Polisi mengamankan sembilan warga Irak di Medan karena diduga tidak memiliki paspor. Warga Negara Irak itu masuk dari Pelabuhan Tanjung Balai, Sumut. (Sumut Pos)

PALSU: Semua plat kendaraan bermotor yang digunakan kawanan perampok Bank CIMB Niaga palsu. Demikian juga wajah para pelaku yang terpampang di sejumlah media belum dapat dikenali karena ditutupi helm. (Waspada)

KEMISKINAN: Angka kemiskinan di Aceh tertinggi di Sumatra. Padahal dari sisi anggaran Pemprov Nangroe Aceh Darussalam (NAD) salah satu daerah yang mempunyai dana berlimpah dibandingkan dengan daerah lain di Sumatra. (Analisa) (mmh)

Oleh: Master Sihotang

No comments:

Post a Comment