YOU CAN GET ALL

Thursday, 8 July 2010

Nyambung Rambut, Nyambung Raga


– Agaknya menyambung rambut atau rebonding, menjadi dambaan setiap wanita. Karenanya gadis Susanti, 18, langsung terpikat ketika diiming-imingi tindakan make up semacam itu. Padahal oleh Prapto, 32, kakak iparnya, habis nyambung rambut dia lalu diajak “nyambung raga” di ranjang hingga hamil!

Untuk membuat kaum hawa tampil lebih pede, rambut, pantat dan payudara bisa disubal (diganjal). Tapi seiring dengan kemajuan tehnologi make up wanita, rambut nampak lebih panjang bukan hanya “dikampas” dengan cemara, tapi juga melalui teknik rebonding. Perempuan yang tadinya berambut potongan lelaki macam presenter Indy Barends, kini bisa tampil anggun keibuan gara-gara tehnik menyambung rambut tersebut.

Nah, gadis Susanti dari Cangkringan Kabupaten Sleman DI Yogyakarta, kepengin sekali berambut panjang sebagaimana iklan-iklan sampo. Tapi untuk rebonding ke salon, duitnya tidak pernah mencukupi. Maklumlah, dia belum bekerja dan selama ini masih numpang di rumah kakaknya. Dengan demikian untuk segala kebutuhan sekunder, harus ditunda dulu. Untuk sekarang ini, bisa mangan ajeg nyandhang wutuh (terjamin pangan dan sandang) sudahlah harus berterima kasih.

Tak ada angin tak ada hujan, kok tiba-tiba kakak iparnya, Prapto, menawarkan padanya untuk bisa rebonding di salon. Tapi karena suami dari pada kakaknya tersebut bukan Kantor Sosial, dia memerlukan imbalan sebagai timbal balik. Prapto tidak membutuhkan uang, dia hanya minta dilayani hubungan intim bak suami istri. Itung-itung ini sebagai “dana aspirasi” begitu. “Tapi kalau dikurs pun, jumlahnya jauuuuh dari Rp 15 milyar sebagaimana usulan Golkar,” kata Prapto yang suka baca koran itu.

Susanti memang gadis lugu bin sederhana, sehingga kurang menyadari benar resiko dari tawaran kakak ipar tersebut. Maka tanpa berpikir panjang, dilayani saja permintaan Prapto. Di kala mbakyunya pergi bekerja, hubungan intim bak suami istri itupun terjadi. Lho kok penak (enak), maka lain waktu ketika si kakak ipar mengajak berbuat mesum kembali, dilayani saja tanpa banyak persyaratan. “Yen wadul mbakyumu, tak uyak minggat lho kowe (jika mengadu pada kakakmu, kamu saya usir),” ancam Prapto setiap habis entuk-entukan (memperoleh segalanya).

Pada dasarnya Susanti ini memang cantik, bahkan lebih cantik dari kakaknya. Kini setelah dia rebonding rambut, penampilannya memang semakin anggun. Tentu saja Prapto menjadi semakin kemecer (nafsu banget). Maka seusai nyambung rambut, Susanti seperti biasanya lalu diajak sambung raga di ranjang. Gadis yang baru demen bersolek itu tanpa merasa punya beban, pokoknya : kicak jenang jahe, krasa penak meneng wae (diam saja karena keenakan).

Bahwa Susanti rebonding atas sponsor Prapto, mbakyunya juga tak pernah curiga. Bahkan dia menganggap itu bentuk perhatian suami terhadap ipar-iparnya. Justu kecurigaan itu baru tumbuh 8 bulan berikutnya, ketika tiba-tiba Susanti mengaku hamil 7 bulan. Siapa pelakunya, tak lain tak bukan adalah Prapto suaminya. “Jeneh takkon tanggung jawab ora gelem (habisnya, dimintai tanggungjawab tidak mau),” lapor Susanti sambil menangis tersedu-sedu.

Jagad, jagaaad………, keluh Ny. Prapto bagaikan Srikandi pada WO Sriwedari, Solo. Dia tak menyangka bahwa suaminya yang selama ini nampak kalem dan santun, ternyata ngglidhise ora jamak (rakus sekali). Malu dan sakit hati, rasanya bagaikan dioblok jadi satu. Meski dengan berat hati, bersama adik kandungnya dia melaporkan Prapto ke Mapolda DI Yogyakarta. Sebab bagaimanapun juga dia tak rela dimadu bersama adik sendiri.

Madu yang satu ini memang pahit laksana bratawali ya Mbak? (KR/Gunarso TS)


Nah Ini Dia

No comments:

Post a Comment